Rabu, 15 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Menteri Perang AS Pete Hegseth Bersumpah Hancurkan Angkatan Laut Iran

Dalam sebuah postingan di X, Hegseth mengatakan bahwa Washington DC “tidak akan mentolerir misil” kuat yang menargetkan orang

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/X
TATO MENHAN AS - Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth baru-baru ini memicu kejadian di media sosial setelah beberapa pengguna melihat kata "kafir" (kafir dalam bahasa Arab) ditato di lengan, meskipun ia memiliki tato salib Tentara Salib tepat di sebelahnya.  

SERAMBINEWS.COM - Menteri Perang AS Pete Hegseth menyatakan akan menghancurkan angkatan laut Iran dengan menambahkan akan mengerahkan seluruh kekuatan militer negara tersebut sesuai yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump.

Dalam sebuah postingan di X, Hegseth mengatakan bahwa Washington DC “tidak akan mentolerir misil” kuat yang menargetkan orang Amerika, setelah Iran melancarkan serangan balik menyusul serangan gabungan AS dan Israel.

“Rudal-rudal itu akan dihancurkan, bersama dengan produksi rudal Iran. Angkatan Laut Iran akan dihancurkan,” katanya.

Baca juga: Iran Serang Semua Negara Teluk, Gempur 27 Pangkalan AS di Timur Tengah, Cuma Oman yang Tak Diserang

“Seperti yang dikatakan Presiden Trump sepanjang hidupnya, Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Amerika Serikat tidak memulai konflik ini, tapi kami akan menyelesaikannya. Jika Anda membunuh atau mengancam orang Amerika di mana pun di dunia — seperti yang dimiliki Iran — maka kami akan memburu Anda, dan kami akan membunuh Anda," tambah Hegseth.

Ledakan di Teheran

Sementara itu rentetan ledakan besar melanda ibu kota Iran hari Minggu ketika militer Israel mengatakan pihaknya menyerang sasaran di Teheran tengah. 

Dari rekaman vidoe yang beredar tampak beberapa lokasi di Teheran menjadi sasaran pemboman diikuti dengan ledakan hebat dan asap membumbung tinggi.

Serangan ini terjadi satu hari setelah AS dan Israel menyerang Iran dan membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, meningkatkan risiko ketidakstabilan regional.

Televisi pemerintah Iran dan kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah mengumumkan kematian pria berusia 86 tahun itu pada Minggu pagi. 

Presiden Donald Trump telah mengumumkan kematiannya beberapa jam sebelumnya, dengan mengatakan bahwa hal itu memberi Iran “peluang terbesar mereka” untuk “mengambil kembali” negara mereka.

Baca juga: Iran Serang Semua Negara Teluk, Gempur 27 Pangkalan AS di Timur Tengah, Cuma Oman yang Tak Diserang

Sementara itu Israel mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah meluncurkan gelombang serangan lain ke jantung Teheran ketika rakyat Iran bergulat dengan ketidakpastian setelah pembunuhan pemimpin tertinggi veteran mereka dalam serangan AS dan Israel sehari sebelumnya.

Dalam serangan lain bagi para pemimpin Iran, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Abdolrahim Mousavi tewas dalam serangan itu, kata penyiar Iran TV.

Amerika Serikat akan memukul Iran "dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya," kata Trump pada hari Minggu.

"Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan melakukan pukulan yang sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya," kata Trump dalam sebuah postingan di Truth Social.

Dia menambahkan, "MEREKA SEBAIKNYA TIDAK MELAKUKAN ITU, NAMUN, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MEMUKUL MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!"

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved