Konflik Amerika vs Iran
Prancis, Jerman, dan Inggris Bersiap untuk Ikut Perang Hadapi Iran
Ketiga negara juga menyatakan telah sepakat untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah
Ringkasan Berita:
- Ketegangan di Timur Tengah kian meningkat setelah Perancis, Jerman, dan Inggris menyatakan kesiapan mereka untuk mengambil langkah defensif terhadap Iran.
- Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (1/3/2026) menyusul eskalasi serangan rudal yang dilancarkan Teheran ke sejumlah wilayah di kawasan Teluk.
- Ketiga negara Eropa itu mengaku terkejut atas serangan rudal Iran yang dinilai tidak proporsional dan dilakukan tanpa pandang bulu.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Ketegangan di Timur Tengah kian meningkat setelah Perancis, Jerman, dan Inggris menyatakan kesiapan mereka untuk mengambil langkah defensif terhadap Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (1/3/2026) menyusul eskalasi serangan rudal yang dilancarkan Teheran ke sejumlah wilayah di kawasan Teluk.
Dalam pernyataan bersama yang dikutip dari AFP, Senin (2/3/2026), ketiga negara Eropa itu mengaku terkejut atas serangan rudal Iran yang dinilai tidak proporsional dan dilakukan tanpa pandang bulu.
Mereka menegaskan bahwa serangan tersebut telah menyasar sekutu dekat mereka serta mengancam keselamatan personel militer dan warga sipil di berbagai titik kawasan.
“Kami menyerukan kepada Iran untuk segera menghentikan serangan-serangan sembrono ini,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.
Ketiga negara juga menyatakan telah sepakat untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah guna merespons perkembangan situasi.
Baca juga: Media Iran Konfirmasi Mahmoud Ahmadinejad Tewas dalam Serangan Udara Gabungan AS-Israel
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut kemungkinan perang melawan Iran dapat berlangsung hingga empat minggu apabila ketegangan terus berlanjut.
Eskalasi konflik bermula setelah Iran mengklaim meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah pangkalan militer yang disebut terkait dengan AS dan Israel.
Langkah itu disebut sebagai balasan atas serangan rudal gabungan AS-Israel yang terjadi sejak Sabtu (28/2/2026).
Serangan Iran dilaporkan menghantam pangkalan militer multinasional di dekat Arbil, wilayah utara Irak, serta sebuah kamp tentara Jerman di timur Yordania.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
Di sisi lain, kelompok bersenjata Hizbullah juga dilaporkan mulai terlibat dengan meluncurkan rudal ke pangkalan Israel, memperluas potensi konflik di kawasan.
Hingga kini, situasi di kawasan Teluk masih memanas dengan ancaman saling balas serangan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Baca juga: VIDEO Israel Mencekam! Hujan Rudal Iran Tinggalkan Kawah Raksasa
Merespons kematian Khamenei
Garda Revolusi Iran mengumumkan serangan berskala besar pada Minggu (1/3/2026) menyusul kematian pemimpin tertinggi Ali Khamenei.
| AS Resmi Akhiri Kampanye Militer ‘Operasi Epic Fury’ Terhadap Iran: Kami Telah Mencapai Tujuan |
|
|---|
| Presiden Iran Tegaskan Tolak Tuntutan AS soal Program Nuklir: Kami Tidak Akan Tunduk |
|
|---|
| Iran Terapkan Sistem Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Izin Sebelum Melintas, Ini Syaratnya |
|
|---|
| Senator Amerika Serikat Sebut Trump dan Netanyahu sebagai Pemicu Konflik Timur Tengah |
|
|---|
| Operasi Militer AS ke Iran Berakhir, Fokus Amankan Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapal-u90ijnkl.jpg)