Jumat, 8 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Prancis, Jerman, dan Inggris Bersiap untuk Ikut Perang Hadapi Iran

Ketiga negara juga menyatakan telah sepakat untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan Layar x
KAPAL AS - Sebuah kapal pendukung tempur MST, yang ditugaskan untuk mengisi bahan bakar kapal AS di Samudera Hindia, diserang oleh rudal Qadr 380 Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Ketegangan di Timur Tengah kian meningkat setelah Perancis, Jerman, dan Inggris menyatakan kesiapan mereka untuk mengambil langkah defensif terhadap Iran.
  • Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (1/3/2026) menyusul eskalasi serangan rudal yang dilancarkan Teheran ke sejumlah wilayah di kawasan Teluk.
  • Ketiga negara Eropa itu mengaku terkejut atas serangan rudal Iran yang dinilai tidak proporsional dan dilakukan tanpa pandang bulu. 

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Ketegangan di Timur Tengah kian meningkat setelah Perancis, Jerman, dan Inggris menyatakan kesiapan mereka untuk mengambil langkah defensif terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (1/3/2026) menyusul eskalasi serangan rudal yang dilancarkan Teheran ke sejumlah wilayah di kawasan Teluk.

Dalam pernyataan bersama yang dikutip dari AFP, Senin (2/3/2026), ketiga negara Eropa itu mengaku terkejut atas serangan rudal Iran yang dinilai tidak proporsional dan dilakukan tanpa pandang bulu.

Mereka menegaskan bahwa serangan tersebut telah menyasar sekutu dekat mereka serta mengancam keselamatan personel militer dan warga sipil di berbagai titik kawasan.

“Kami menyerukan kepada Iran untuk segera menghentikan serangan-serangan sembrono ini,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.

Ketiga negara juga menyatakan telah sepakat untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah guna merespons perkembangan situasi.

Baca juga: Media Iran Konfirmasi Mahmoud Ahmadinejad Tewas dalam Serangan Udara Gabungan AS-Israel

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut kemungkinan perang melawan Iran dapat berlangsung hingga empat minggu apabila ketegangan terus berlanjut.

Eskalasi konflik bermula setelah Iran mengklaim meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah pangkalan militer yang disebut terkait dengan AS dan Israel.

Langkah itu disebut sebagai balasan atas serangan rudal gabungan AS-Israel yang terjadi sejak Sabtu (28/2/2026).

Serangan Iran dilaporkan menghantam pangkalan militer multinasional di dekat Arbil, wilayah utara Irak, serta sebuah kamp tentara Jerman di timur Yordania.

Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.

Di sisi lain, kelompok bersenjata Hizbullah juga dilaporkan mulai terlibat dengan meluncurkan rudal ke pangkalan Israel, memperluas potensi konflik di kawasan.

Hingga kini, situasi di kawasan Teluk masih memanas dengan ancaman saling balas serangan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Baca juga: VIDEO Israel Mencekam! Hujan Rudal Iran Tinggalkan Kawah Raksasa

Merespons kematian Khamenei

Garda Revolusi Iran mengumumkan serangan berskala besar pada Minggu (1/3/2026) menyusul kematian pemimpin tertinggi Ali Khamenei.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved