Selasa, 5 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Mojtaba Khamenei Dilaporkan Terpilih Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Gnatikan Sang Ayah

Mojtaba Khamenei, putra kedua dari mendiang Ali Khamenei berusia sekitar 56 tahun, dikenal sebagai tokoh berpengaruh namun jarang tampil di publik.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar/WIKIMEDIA COMMONS via WION
Mojtaba Khamenei (kanan), putra dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kiri).(WIKIMEDIA COMMONS via WION) 

Ringkasan Berita:
  • Majelis Ahli Iran dilaporkan telah memilih Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang baru
  • Keputusan itu dibuat oleh Majelis Ahli, badan ulama yang berwenang memilih pemimpin tertinggi, dalam pemungutan suara yang digelar secara tertutup di tengah ancaman serangan udara.
  • Mojtaba Khamenei, putra kedua dari mendiang Ali Khamenei yang berusia sekitar 56 tahun, dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh namun jarang tampil di publik.

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN — Majelis Ahli Iran dilaporkan telah memilih Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang baru, mengisi kekosongan kekuasaan setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara pekan lalu.

Menurut laporan dari media oposisi Iran International yang dikutip oleh sejumlah outlet internasional, keputusan itu dibuat oleh Majelis Ahli, badan ulama yang berwenang memilih pemimpin tertinggi, dalam pemungutan suara yang digelar secara tertutup di tengah ancaman serangan udara.

Proses pemilihan dilakukan di tengah tindakan pengamanan luar biasa, termasuk pertemuan virtual karena gedung tempat Majelis Ahli berkumpul sempat dibom dalam serangan Israel di kota Qom — meskipun menurut media Iran bangunan tersebut sudah kosong saat serangan terjadi.

Mojtaba Khamenei, putra kedua dari mendiang Ali Khamenei yang berusia sekitar 56 tahun, dikenal sebagai tokoh yang berpengaruh namun jarang tampil di publik.

Selama ini ia dianggap memiliki kedekatan kuat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan memiliki peran signifikan di balik layar politik dan keamanan Iran.

Penunjukan Mojtaba dinilai kontroversial, karena tradisi Republik Islam menentang suksesi turun‑temurun, dan beberapa kalangan ulama serta analis politik menilai proses itu mencerminkan tekanan dari elemen militer kuat di Iran.

Meskipun sejumlah sumber menyebut ia sudah terpilih, media pemerintah Iran belum secara resmi mengumumkan pergantian itu secara publik — meninggalkan ketidakpastian mengenai resmi atau tidaknya penunjukan tersebut.

Sebelumnya, pemilihan ini juga sempat memunculkan nama tokoh lain seperti Alireza Arafi dan Seyed Hassan Khomeini sebagai kandidat potensial, yang dipandang memiliki posisi berbeda dalam spektrum politik Iran, namun Mojtaba disebut sebagai figur yang mendapat dukungan kuat di tengah krisis saat ini.

Laporan ini muncul di tengah konflik yang terus meningkat antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, setelah serangkaian serangan udara yang memicu gelombang kekerasan di kawasan.'

 

Baca juga: Jenazah Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Akan Dimakamkan di Kota Suci Mashhad dengan Upacara Besar

Mekanisme pemilihan pemimpin tertinggi Iran

Dikutip dari Al Jazeera, pemimpin tertinggi Iran tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan oleh sebuah badan khusus bernama Majelis Ahli.

Badan ini terdiri dari 88 ulama senior yang dipilih oleh publik setiap delapan tahun sekali.

Namun, proses ini memiliki mekanisme yang ketat. Setiap kandidat yang ingin menjadi anggota Majelis Ahli harus terlebih dahulu melewati pemeriksaan dan mendapatkan persetujuan dari Dewan Penjaga.

Dewan ini merupakan badan pengawas yang sebagian anggotanya ditunjuk langsung oleh Pemimpin Tertinggi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved