Selasa, 5 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

Teriak “Tidak Ada yang Mau Berperang untuk Israel”, Veteran AS Dikeluarkan dari Sidang Senat

Seorang veteran Marinir Amerika Serikat dikeluarkan secara paksa dari ruang sidang Senat AS setelah melakukan aksi protes terhadap kebijakan Presiden

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/twitter
PROTES SENAT - Seorang veteran Marinir Amerika Serikat dikeluarkan secara paksa dari ruang sidang Senat AS setelah melakukan aksi protes terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang meluncurkan operasi militer terhadap Iran. 

SERAMBINEWS.COM - Seorang veteran Marinir Amerika Serikat dikeluarkan secara paksa dari ruang sidang Senat AS setelah melakukan aksi protes terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang meluncurkan operasi militer terhadap Iran.

Pria tersebut diketahui bernama Brian McGinnis, yang juga merupakan bakal calon senator dari Partai Hijau dalam pemilu mendatang.

Baca juga: Donlad Trump Akui Dendam Pribadi Jadi Alasan Dirinya Perintakan Militer AS dan Israel Serang Iran 

 Insiden itu terjadi saat sidang tengah berlangsung di Gedung Kongres, Washington D.C.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, McGinnis terdengar berteriak, “Tidak ada yang mau berperang untuk Israel,” sebelum akhirnya didorong keluar oleh sejumlah petugas keamanan.

 Teriakan itu memicu ketegangan singkat di dalam ruangan sidang.

Sebuah klip yang diunggah jurnalis Alan He dari CBS News memperlihatkan Senator dari Montana, Tim Sheehy, yang juga merupakan veteran militer AS, turut membantu Polisi Capitol dalam mengangkat dan mengawal McGinnis keluar dari ruangan.

Dalam pernyataannya kepada CBS, Sheehy mengatakan bahwa ia “memutuskan untuk membantu dan meredakan situasi” agar sidang dapat kembali berjalan dengan tertib.

Belum ada keterangan resmi mengenai kemungkinan sanksi terhadap McGinnis atas insiden tersebut.

Namun peristiwa ini menambah daftar aksi protes yang muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat operasi militer AS terhadap Iran, yang menuai perdebatan tajam di dalam negeri Amerika Serikat.

Sidang sempat terhenti beberapa saat sebelum akhirnya dilanjutkan kembali setelah situasi dinyatakan kondusif.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved