Selasa, 14 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Pentagon: 140 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran, 7 Personel Tewas

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan mayoritas personel yang terluka tidak berada dalam kondisi yang mengancam jiwa.

Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
TENTARA AS - Pentagon mengonfirmasi jumlah korban jiwa tentara Amerika Serikat dalam operasi militer melawan Iran 
Ringkasan Berita:
  • Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mengonfirmasi sekitar 140 personel militer Amerika mengalami luka-luka sejak pecahnya perang dengan Iran pada 28 Februari 2026.
  • Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan mayoritas personel yang terluka tidak berada dalam kondisi yang mengancam jiwa.
  • Selain korban luka, militer Amerika Serikat sebelumnya juga melaporkan tujuh personel tewas dalam serangan Iran pada awal konflik.

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC — Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mengonfirmasi sekitar 140 personel militer Amerika mengalami luka-luka sejak pecahnya perang dengan Iran pada 28 Februari 2026.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan mayoritas personel yang terluka tidak berada dalam kondisi yang mengancam jiwa.

Bahkan, sebagian besar di antaranya telah kembali menjalankan tugas.

“Mayoritas dari cedera ini bersifat ringan, dan 108 anggota militer telah kembali bertugas,” ujar Parnell seperti dilaporkan AFP, Selasa (10/3/2026).

Meski demikian, masih ada sejumlah prajurit yang memerlukan perawatan medis serius.

Pentagon menyebutkan delapan anggota militer mengalami luka parah dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Baca juga: Megawati Kirim Surat ke Mojtaba Khamenei, Ucapkan Selamat atas Kepemimpinan Baru Iran

Selain korban luka, militer Amerika Serikat sebelumnya juga melaporkan tujuh personel tewas dalam serangan Iran pada awal konflik.

Enam di antaranya gugur di Kuwait, sementara satu personel lainnya tewas di Arab Saudi.

Perang dengan Iran sendiri mulai memanas sejak 28 Februari 2026, ketika pasukan Amerika Serikat bersama Israel melancarkan kampanye serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran.

Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone yang menargetkan negara-negara di kawasan Timur Tengah yang menampung pangkalan atau pasukan militer AS.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan posisi militer Amerika kini semakin menekan pihak Iran.

Ia mengatakan intensitas serangan udara AS terhadap target di Iran terus meningkat.

Di sisi lain, Hegseth mengklaim kemampuan serangan balasan Iran mulai menurun.

Menurutnya, jumlah drone dan rudal yang diluncurkan Iran kini berkurang drastis dibandingkan pada awal konflik.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved