Sabtu, 9 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Hacker Iran Retas Puluhan CCTV di Israel untuk Aksi Spionase

Serangan siber antara Iran dan Israel sendiri telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari konflik bayangan kedua negara.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
Ilustrasi seorang hacker menyerang media sosial dan berbagai situs para pemimpin dunia. 

SERAMBINEWS.COM, TEL AVIV – Direktorat Siber Israel melaporkan adanya puluhan upaya peretasan kamera pengawas (CCTV) di wilayah Israel yang diduga dilakukan oleh peretas dari Iran.

Serangan siber tersebut diperkirakan bertujuan untuk kegiatan spionase sejak meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Melansir laporan AFP, otoritas keamanan siber Israel menyatakan telah memperingatkan ratusan pemilik kamera pengawas agar segera meningkatkan keamanan perangkat mereka.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun resmi di platform X pada Senin (10/3/2026), Direktorat Siber Israel mengimbau masyarakat untuk segera mengganti kata sandi dan memperbarui perangkat lunak sistem kamera guna mengurangi potensi risiko keamanan.

Menurut firma keamanan siber Israel, Check Point, aktivitas peretasan terhadap kamera pengawas mengalami peningkatan sejak dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Kamera CCTV yang banyak digunakan oleh masyarakat dinilai memiliki tingkat keamanan yang relatif lemah sehingga rentan diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Amerika Marah, Peringatkan Israel Hentikan Serangan ke Infrastruktur Minyak Iran

Kepala intelijen siber Check Point, Gil Messing, menjelaskan bahwa rekaman video yang berhasil diakses peretas kemungkinan digunakan untuk dua tujuan utama.

Pertama, untuk menilai dampak kerusakan akibat serangan militer. 

Kedua, untuk mengumpulkan informasi terkait kebiasaan individu atau memetakan lokasi yang berpotensi menjadi target serangan.

Messing juga menegaskan bahwa para pelaku peretasan bukan sekadar kelompok amatir, melainkan diduga merupakan bagian dari operasi siber yang didukung negara.

Ia menyebut keterlibatan unsur militer Iran, termasuk Garda Revolusi serta kementerian intelijen dan keamanan Iran, dalam aktivitas tersebut.

Serangan siber antara Iran dan Israel sendiri telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari konflik bayangan kedua negara.

Ketegangan tersebut meningkat menjadi konflik terbuka pada Juni tahun lalu dan kembali memanas sejak 28 Februari 2026.

Salah satu insiden yang sempat menjadi perhatian terjadi pada Desember 2025, ketika mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengaku menjadi korban peretasan.

Akun Telegram miliknya dilaporkan diretas, dan pelaku mengklaim telah mengakses data pribadi di ponselnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved