Konflik Amerika vs Iran
AS Klaim Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru Mojtaba Khamenei Terluka Akibat Serangan
“Dia mengeluarkan pernyataan kemarin yang bernada lemah, tetapi tidak ada suara dan tidak ada video. Hanya ada pernyataan tertulis,”
Ringkasan Berita:
- Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengalami luka-luka akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran.
- Dalam keterangannya kepada wartawan, Hegseth menyebut Mojtaba Khamenei kemungkinan mengalami kondisi yang cukup serius.
- Meski demikian, Hegseth tidak memaparkan bukti yang dapat mendukung klaim tersebut dalam konferensi pers tersebut.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON — Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengalami luka-luka akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon, Washington, Jumat (13/3/2026) waktu setempat.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Hegseth menyebut Mojtaba Khamenei kemungkinan mengalami kondisi yang cukup serius.
“Dia mengeluarkan pernyataan kemarin yang bernada lemah, tetapi tidak ada suara dan tidak ada video. Hanya ada pernyataan tertulis,” ujar Hegseth seperti dikutip Al Jazeera.
Meski demikian, Hegseth tidak memaparkan bukti yang dapat mendukung klaim tersebut dalam konferensi pers tersebut.
Hingga saat ini, pemerintah Iran juga belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi terkini Mojtaba Khamenei.
Baca juga: Pidato Perdana Mojtaba Khamenei Usai Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Janji Balas Dendam ke AS-Israel
Mojtaba Khamenei diketahui baru saja dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran melalui musyawarah Majelis Pakar pada Minggu (8/3/2026).
Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026.
Dalam pernyataan perdananya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Kamis (12/3/2026), Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Iran akan terus membela diri dari serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.
Ia juga menyatakan Iran akan tetap menutup Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan sebagai bagian dari respons terhadap konflik yang sedang berlangsung.
Menurut Mojtaba, langkah tersebut mencerminkan kehendak rakyat Iran untuk melawan apa yang disebutnya sebagai agresi militer dari Amerika Serikat dan Israel.
| Rusia dan China Veto Resolusi PBB soal Selat Hormuz, Sebut Krisi Gegara AS–Israel Serang Iran |
|
|---|
| Mojtaba Khamenei Diisukan Kritis, Kepemimpinan Iran Disorot di Tengah Gencatan Senjata dengan AS |
|
|---|
| Isi Proposal 10 Poin dari Iran yang Bikin Trump Tunda Serangan ke Teheran |
|
|---|
| Trump Umumkan Gencatan Senjata AS-Israel dan Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah 100 Dolar |
|
|---|
| Isi 10 Tuntutan Iran yang Disetujui AS, dari Kendali Selat Hormuz, Nuklir hingga Penarikan Pasukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ayatollah-Mojtaba-Khamenei-anak-Ali-Khamenei-resmi-terpilih-menjadi-pemimpin-tertinggi-baru-Iran.jpg)