Minggu, 3 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Negara yang Diuntungkan dan Paling Terpukul dari Perang Iran, Dampaknya ke Ekonomi Dunia

Perang AS–Israel melawan Iran membawa dampak dramatis bagi kawasan Timur Tengah maupun dunia.

Tayang:
Editor: Amirullah
Serambinews.com
Iran meluncurkan sekitar 10 rudal berat dalam serangan udara terbarunya terhadap Israel, Selasa (10/3/2026). 

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Situasi ini tidak hanya mengguncang kawasan Timur Tengah, tetapi juga memicu efek domino terhadap ekonomi global.

Perang AS–Israel melawan Iran membawa dampak dramatis bagi kawasan Timur Tengah maupun dunia.

Sejumlah negara di dunia kini bersiap menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat mengingat pasar energi global dan rantai pasok dilanda kekacauan.

Lonjakan harga minyak serta gangguan terhadap lalu lintas maritim di Teluk terutama di dalam dan sekitar Selat Hormuz meningkatkan biaya bagi konsumen dan pelaku usaha.

Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Sebagian besar pengiriman minyak dari kawasan Teluk melewati jalur sempit tersebut sebelum menuju pasar internasional.

Ketika ketegangan meningkat atau konflik bersenjata pecah, aktivitas pelayaran di wilayah ini bisa langsung terganggu. Dampaknya terasa luas, mulai dari naiknya harga energi hingga meningkatnya biaya logistik global.

Namun, di tengah situasi yang penuh ketidakpastian itu, sebagian negara justru dapat menemukan peluang strategis baru di balik kekisruhan yang terjadi.

Baca juga: Spesifikasi Rudal Balistik Sejjil yang Digunakan Iran dalam Serangan Terbaru ke Israel

Rusia

Iran merupakan sekutu utama dan mitra militer penting bagi Rusia. Ketika Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei wafat, Moskwa menerima pukulan diplomatik terbaru lantaran Bashar al-Assad tumbang di Suriah serta Nicolas Maduro ditangkap oleh AS di Venezuela.

Meski begitu, konflik di Timur Tengah berpotensi memberi keuntungan bagi Rusia dalam perang di Ukraina, karena sumber daya militer Amerika Serikat teralihkan untuk menyerang Iran.

"Berkurangnya rudal Patriot dan pencegatnya menguntungkan Rusia karena membatasi apa yang bisa diperoleh Ukraina," kata Nicole Grajewski, profesor di Pusat Studi Internasional Institut Ilmu Politik Paris, kepada BBC News Russian.

Namun meningkatnya kebutuhan Iran akan drone Shahed dinilai para analis tidak akan berdampak besar pada kemampuan militer Moskwa di Ukraina.

"Rusia bergantung pada Iran untuk kerja sama pertahanan dalam periode tertentu pada awal perang di Ukraina, ketika Iran memasok drone Shahed dan, yang lebih penting, teknologi produksi serta lisensinya pada 2022–2023," ujar Hanna Notte, Direktur Eurasia di Center for Nonproliferation Studies, AS, kepada BBC News.

"Kini kita berada pada tahap perang di mana Rusia tidak lagi memerlukan Iran untuk melanjutkan perangnya di Ukraina. Rusia dapat memproduksi drone Shahed sendiri."

Sementara itu, penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang telah menghambat pengiriman minyak dan gas serta memicu lonjakan harga bahan bakar dapat memberikan sedikit keringanan finansial bagi Rusia, yang selama ini berada di bawah tekanan besar akibat perang di Ukraina. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved