Minggu, 12 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Rusia Perkuat Kerja Sama Militer dengan Iran, Beri Dukungan Drone dan Intelijen Satelit

Sejumlah sumber intelijen Eropa dan diplomat Timur Tengah menyebutkan bahwa kerja sama ini semakin intens sejak awal konflik.

Editor: Faisal Zamzami
Foto: Kristina Kormilitsyna, MIA
PUTIN BERTEMU LUKASHENKO - Foto ini diambil dari Kremlin pada Jumat (14/3/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin selama negosiasi dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko (tidak terlihat dalam foto) di Moskow pada Kamis (13/3/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Rusia dilaporkan semakin memperdalam kerja sama intelijen dan militernya dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
  • Langkah ini disebut mencakup pemberian citra satelit serta peningkatan teknologi drone guna membantu Teheran dalam menghadapi pasukan Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut.
  • Menurut laporan Wall Street Journal, Rusia memberikan bantuan berupa komponen drone Shahed yang telah dimodifikasi.

 

SERAMBINEWS.COM, MOSKWARusia dilaporkan semakin memperdalam kerja sama intelijen dan militernya dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.

Langkah ini disebut mencakup pemberian citra satelit serta peningkatan teknologi drone guna membantu Teheran dalam menghadapi pasukan Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut.

Konflik di Timur Tengah memanas setelah serangan militer AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Iran kemudian melakukan serangan balasan dan menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Menurut laporan Wall Street Journal, Rusia memberikan bantuan berupa komponen drone Shahed yang telah dimodifikasi.

Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan sistem komunikasi, navigasi, dan akurasi serangan.

Selain itu, Moskwa juga berbagi pengalaman tempur dari perang di Ukraina, termasuk strategi penggunaan drone dalam jumlah besar serta taktik ketinggian optimal saat menyerang.

Sejumlah sumber intelijen Eropa dan diplomat Timur Tengah menyebutkan bahwa kerja sama ini semakin intens sejak awal konflik.

Rusia bahkan diduga memberikan citra satelit secara langsung yang berasal dari armada satelit militer mereka.

Analis militer menilai data tersebut sangat bernilai strategis.

Informasi seperti lokasi aset pertahanan udara, pergerakan angkatan laut, hingga jenis pesawat tempur dapat membantu Iran menentukan target secara lebih presisi.

Baca juga: Iran Umumkan Kematian Komandan Garda Revolusi Gholamreza Soleimani dalam Serangan Udara AS-Israel

Serangan Iran belakangan ini disebut memiliki pola yang mirip dengan taktik Rusia di Ukraina, yakni menggunakan drone untuk melumpuhkan sistem radar sebelum meluncurkan rudal.

Target utama Iran dilaporkan berfokus pada sistem radar serta pusat komando dan kendali militer AS di kawasan Teluk.

Meski demikian, pihak Gedung Putih meremehkan dampak bantuan Rusia tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved