Minggu, 3 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Pertahanan Teluk Jebol, AS Kebut Kirim Sistem Anti-Drone dan Radar Canggih Hadapi Serangan Iran

Pemerintah Amerika Serikat terlihat berpacu dengan waktu, mempercepat pengiriman berbagai sistem pertahanan ke negara-negara Arab

Tayang:
Editor: Amirullah
Serambinews.com
Iran meluncurkan sekitar 10 rudal berat dalam serangan udara terbarunya terhadap Israel, Selasa (10/3/2026). 

SERAMBINEWS.COM – Situasi keamanan di kawasan Teluk memanas. 

Pemerintah Amerika Serikat terlihat berpacu dengan waktu, mempercepat pengiriman berbagai sistem pertahanan ke negara-negara Arab serta pasukannya yang berada di kawasan tersebut.

Langkah ini bukan tanpa alasan. 

Serangan rudal dan drone dari Iran dinilai semakin presisi, konsisten, dan sulit diprediksi.

Kondisi ini membuat celah pertahanan yang sebelumnya dianggap aman, kini mulai terlihat rapuh.

Penguatan militer yang dilakukan mencakup pengiriman sistem pertahanan udara, radar modern, hingga teknologi anti-drone.

Baca juga: Idul Fitri dan 116 Hari “Normal Baru” Bencana Aceh: Kehadiran Negara vs Kasih Sayang Negara

Selain itu, percepatan penjualan senjata bernilai fantastis juga ikut didorong.

Pengerahan peralatan militer ini mencakup percepatan penjualan senjata senilai 23 miliar dollar AS atau sekitar Rp 389 triliun, sebagaimana dilansir The Wall Street Journal, Jumat (20/3/2026).

Kekhawatiran datang dari Pentagon yang menilai ancaman belum mereda.

Iran disebut masih memiliki kemampuan melancarkan serangan yang melumpuhkan, bahkan ketika stok rudal pencegat milik sekutu mulai menipis.

Di sisi lain, drone yang digunakan pihak lawan terus menunjukkan kemampuan menembus sistem pertahanan yang ada.

Menariknya, meski Amerika Serikat bersama Israel telah menggempur lebih dari 16.000 target di Iran—mulai dari peluncur rudal hingga gudang drone—Teheran tetap mampu menjaga intensitas serangannya.

Baca juga: Hegemoni AS Rontok, Iran Berhasil Targetkan Jet Tempur Siluman AS F-35 Paling Canggih di Dunia

Pekan ini saja, laporan menyebut serangan Iran menghantam fasilitas vital energi di kawasan Teluk.

Kilang minyak di Kuwait dan Arab Saudi ikut terdampak.

Tak hanya itu, fasilitas gas alam cair (LNG) Ras Laffan di Qatar juga mengalami kerusakan serius. Dampaknya tidak main-main.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved