Sabtu, 9 Mei 2026

Luar Negeri

Kim Jong Un Kembali Terpilih sebagai Presiden Korea Utara

Dalam laporannya, KCNA menyebut keputusan tersebut mencerminkan “kehendak dan keinginan bulat seluruh rakyat Korea.”

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Foto oleh Kristina Kormilitsyna/Rossiya Segodnya/Kremlin
KORUT - Foto diambil dari publikasi Kantor Presiden Rusia pada Senin (23/6/2025), memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (tidak terlihat di foto) di Pyongyang pada 18 Juni 2024. 

 

Ringkasan Berita:
  • Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali terpilih sebagai Presiden Urusan Negara Republik Demokratik Korea dalam sidang parlemen yang digelar pada Senin (23/3/2026).
  • Pengangkatan kembali Kim diumumkan oleh kantor berita resmi negara, KCNA, setelah Sidang Pertama Majelis Rakyat Tertinggi (Supreme People’s Assembly/SPA) untuk masa jabatan ke-15 yang berlangsung pada 22 Maret 2026.
  • Dalam laporannya, KCNA menyebut keputusan tersebut mencerminkan “kehendak dan keinginan bulat seluruh rakyat Korea.”

 

SERAMBINEWS.COM, PYONGYANG — Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali terpilih sebagai Presiden Urusan Negara Republik Demokratik Korea (DPRK) dalam sidang parlemen yang digelar pada Senin (23/3/2026).

Pengangkatan kembali Kim diumumkan oleh kantor berita resmi negara, KCNA, setelah Sidang Pertama Majelis Rakyat Tertinggi (Supreme People’s Assembly/SPA) untuk masa jabatan ke-15 yang berlangsung pada 22 Maret 2026.

Dalam laporannya, KCNA menyebut keputusan tersebut mencerminkan “kehendak dan keinginan bulat seluruh rakyat Korea.”

Jabatan Presiden Urusan Negara merupakan posisi tertinggi dalam struktur pemerintahan Korea Utara sekaligus memimpin Komisi Urusan Negara.

Kim Jong Un merupakan pemimpin generasi ketiga Korea Utara.

Ia mengambil alih kekuasaan pada 2011 setelah wafatnya ayahnya, Kim Jong Il.

Negara tersebut sendiri didirikan oleh kakeknya, Kim Il Sung, pada 1948.

Baca juga: Kim Jong Un Panaskan Mesin Perang Korut, Sinyal Bahaya untuk Amerika Serikat

Sebelum sidang, sebanyak 687 deputi telah dipilih untuk duduk di SPA.

Dalam sistem pemilu Korea Utara, warga yang berusia di atas 17 tahun diberikan pilihan untuk menyetujui atau menolak satu kandidat tunggal yang diajukan oleh partai berkuasa.

KCNA melaporkan bahwa Kim memperoleh dukungan sebesar 99,93 persen suara, dengan tingkat partisipasi mencapai 99,99 persen.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai proses pemilu di Korea Utara telah diatur sebelumnya.

Analis dari Institut Analisis Pertahanan Korea, Lee Ho-ryung, menyebut pemilu di negara tersebut sebagai proses yang sangat terencana dengan hasil yang telah ditentukan, guna memberikan kesan legitimasi demokratis.

Foto-foto yang dirilis media pemerintah menunjukkan Kim mengenakan setelan formal dan duduk di tengah panggung, diapit pejabat tinggi negara, dengan latar patung raksasa Kim Jong Il dan Kim Il Sung.

Para analis juga memperkirakan sidang parlemen kali ini akan membahas kemungkinan perubahan konstitusi, termasuk upaya mempertegas hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan sebagai hubungan dua negara yang bermusuhan.

Pidato Kim dalam sidang tersebut dinilai akan menjadi indikator penting arah kebijakan Pyongyang ke depan, khususnya terkait hubungan antar-Korea.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved