Senin, 27 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Tak Mau Bantu AS Serang Iran, Trump Ejek PM Inggris lewat Video, Ketegangan AS–Inggris Memanas

Dalam adegan tersebut, tokoh Starmer terlihat panik dan ragu untuk menjawab telepon, bahkan sempat menutupnya kembali setelah diangkat.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan Layar YouTube ABC News/WIKIMEDIA COMMONS/ABE MCNATT
Daftar proyek Donald Trump di Indonesia, salah satu yang paling besar dari bisnis Donald Trump di Indonesia adalah proyek Lido. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi setelah membagikan video sketsa komedi yang menyindir Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, melalui platform media sosial Truth Social.
  • Video tersebut merupakan cuplikan dari acara Saturday Night Live versi Inggris.
  • Dalam sketsa itu, karakter Starmer digambarkan canggung dan gugup saat menghadapi Trump, termasuk ketika menerima panggilan telepon darinya.

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi setelah membagikan video sketsa komedi yang menyindir Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, melalui platform media sosial Truth Social.

Video tersebut merupakan cuplikan dari acara Saturday Night Live versi Inggris.

Dalam sketsa itu, karakter Starmer digambarkan canggung dan gugup saat menghadapi Trump, termasuk ketika menerima panggilan telepon darinya.

Dalam adegan tersebut, tokoh Starmer terlihat panik dan ragu untuk menjawab telepon, bahkan sempat menutupnya kembali setelah diangkat.

Ia juga digambarkan enggan mengambil sikap tegas dalam situasi konflik internasional.

Sketsa ini turut menampilkan Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, yang menyarankan agar Starmer tetap menjadi diri sendiri, meski akhirnya karakter tersebut tetap terlihat tidak percaya diri.

Baca juga: Minyak Dunia Anjlok 14 Persen! Trump Tunda Serangan ke Iran, Pasar Langsung Bergejolak

Ketegangan Memuncak soal Iran

Unggahan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Inggris terkait konflik dengan Iran.

Trump sebelumnya berulang kali mengkritik Starmer karena dinilai tidak memberikan dukungan yang cukup kepada AS.

Salah satu sumber ketegangan adalah keputusan Inggris yang sempat membatasi penggunaan pangkalan militer Diego Garcia untuk operasi Amerika.

Bahkan, Trump sempat menyebut Starmer “bukan Winston Churchill” dan menuduhnya merusak hubungan bilateral kedua negara.

Di sisi lain, Starmer mengkritik langkah Trump yang melancarkan serangan ofensif terhadap Iran.

Ia menilai kebijakan tersebut tidak matang dan kurang kredibel.

Namun, pemerintah Inggris kemudian menyatakan akan mengizinkan misi defensif Amerika Serikat menuju Selat Hormuz dari pangkalan RAF, menyusul meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran global.

Baca juga: Iran Akui Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS di Selat Hormuz, Klaim Cegat 200 Target Udara

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved