Jumat, 8 Mei 2026

Internasional

Daftar Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia, Ada yang Tembus 380 Persen dari PDB

Beban utang global makin mengkhawatirkan. Sejumlah negara bahkan mencatat rasio utang lebih dari 300 persen terhadap produk...

Tayang:
Editor: Eddy Fitriadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
DOLAR - Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing. Daftar Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia, Ada yang Tembus 380 Persen dari PDB. 

 

Ringkasan Berita:
  • Institute of International Finance melaporkan utang global meningkat dengan rasio tinggi terhadap PDB.
  • Sejumlah negara bahkan mencatat rasio utang di atas 300 persen, dengan Hong Kong tertinggi sekitar 380 persen.
  • Kondisi ini berisiko mengganggu stabilitas ekonomi jika tidak dikelola dengan baik.

 

SERAMBINEWS.COM – Beban utang global makin mengkhawatirkan. Sejumlah negara bahkan mencatat rasio utang lebih dari 300 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Laporan terbaru dari Institute of International Finance (IIF) melalui Global Debt Monitor mengungkap fakta mencengangkan soal kondisi keuangan global.

Sejumlah negara dengan ekonomi besar kini memiliki rasio utang yang sangat tinggi, bahkan melampaui 300 persen dari PDB.

Angka ini merupakan gabungan dari total utang sektor rumah tangga, korporasi, dan pemerintah—yang menjadi indikator utama untuk mengukur beban utang suatu negara.

Baca juga: Stok BBM Indonesia di Tengah Ancaman Krisis Energi, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 200 Dolar AS

Dalam laporan tersebut, sebanyak 35 negara di peringkat berdasarkan rasio utang terhadap PDB.

Hasilnya, Hong Kong menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan beban utang tertinggi di dunia.

Total utang Hong Kong tercatat mencapai 380 persen dari PDB—angka yang jauh melampaui rata-rata global.

Rasio utang yang tinggi menunjukkan besarnya ketergantungan suatu negara terhadap pembiayaan berbasis pinjaman.

Meski dalam beberapa kasus utang masih dapat dikelola, angka yang terlalu tinggi berpotensi meningkatkan risiko ekonomi, terutama jika terjadi tekanan global seperti krisis keuangan atau kenaikan suku bunga.

Kondisi ini juga menjadi peringatan bagi banyak negara untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan utang.

Dengan tren global yang terus meningkat, isu utang kini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi stabilitas ekonomi dunia.

Ini daftar negara dengan total beban utang dan rincian utang rumah tangga, korporasi, dan pemerintah terhadap PDB, mengutip visualcapitalist.com, yang ditayangkan Maret 2026:

1. Hong Kong

Utang Rumah Tangga 86 persen

Utang Korporasi Nonkeuangan 227 persen

Utang Pemerintah 67 persen

Total Utang 380 persen

2. Jepang

Utang Rumah Tangga 60 persen

Utang Korporasi Nonkeuangan 113 persen

Utang Pemerintah 199 persen

Total Utang 372 persen

3. Singapura

Utang Rumah Tangga 45 persen

Utang Korporasi Nonkeuangan 130 persen

Utang Pemerintah 172 persen

Total Utang 347 persen

4. Prancis

Utang Rumah Tangga 59 persen

Utang Korporasi Nonkeuangan 156 persen

Utang Pemerintah 110 persen

Total Utang 326 persen

5. Kanada

Utang Rumah Tangga 100 persen

Utang Korporasi Nonkeuangan 118 persen

Utang Pemerintah 97 persen

Total Utang 315 persen

6. Tiongkok

Utang Rumah Tangga 60 persen

Utang Korporasi Nonkeuangan 142 persen

Utang Pemerintah 97 persen

Total Utang 298 persen

7. Amerika Serikat

Utang Rumah Tangga 68 persen

Utang Korporasi Nonkeuangan 73 persen

Utang Pemerintah 123 persen

Total Utang 264 persen

8. Korea Selatan

Utang Rumah Tangga 89 persen

Utang Korporasi Nonkeuangan 111 persen

Utang Pemerintah 49 persen

Total Utang 249 persen

9. Italia

Utang Rumah Tangga 36 persen

Utang Korporasi Nonkeuangan 59 persen

Utang Pemerintah 141 persen

Total Utang 236 persen

10. Malaysia

Utang Rumah Tangga 70 persen

Utang Korporasi Nonkeuangan 88 persen

Utang Pemerintah 66 persen

Total Utang 224 persen

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “10 Negara dengan Jumlah Utang Terbesar di Dunia: Indonesia Masuk Daftar?” 

 

 

 

 

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved