Internasional
Daftar Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia, Ada yang Tembus 380 Persen dari PDB
Beban utang global makin mengkhawatirkan. Sejumlah negara bahkan mencatat rasio utang lebih dari 300 persen terhadap produk...
Ringkasan Berita:
SERAMBINEWS.COM – Beban utang global makin mengkhawatirkan. Sejumlah negara bahkan mencatat rasio utang lebih dari 300 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Laporan terbaru dari Institute of International Finance (IIF) melalui Global Debt Monitor mengungkap fakta mencengangkan soal kondisi keuangan global.
Sejumlah negara dengan ekonomi besar kini memiliki rasio utang yang sangat tinggi, bahkan melampaui 300 persen dari PDB.
Angka ini merupakan gabungan dari total utang sektor rumah tangga, korporasi, dan pemerintah—yang menjadi indikator utama untuk mengukur beban utang suatu negara.
Baca juga: Stok BBM Indonesia di Tengah Ancaman Krisis Energi, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 200 Dolar AS
Dalam laporan tersebut, sebanyak 35 negara di peringkat berdasarkan rasio utang terhadap PDB.
Hasilnya, Hong Kong menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan beban utang tertinggi di dunia.
Total utang Hong Kong tercatat mencapai 380 persen dari PDB—angka yang jauh melampaui rata-rata global.
Rasio utang yang tinggi menunjukkan besarnya ketergantungan suatu negara terhadap pembiayaan berbasis pinjaman.
Meski dalam beberapa kasus utang masih dapat dikelola, angka yang terlalu tinggi berpotensi meningkatkan risiko ekonomi, terutama jika terjadi tekanan global seperti krisis keuangan atau kenaikan suku bunga.
Kondisi ini juga menjadi peringatan bagi banyak negara untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan utang.
Dengan tren global yang terus meningkat, isu utang kini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi stabilitas ekonomi dunia.
Ini daftar negara dengan total beban utang dan rincian utang rumah tangga, korporasi, dan pemerintah terhadap PDB, mengutip visualcapitalist.com, yang ditayangkan Maret 2026:
1. Hong Kong
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Karyawati-menunjukkan-mata-uang-rupiah-dan-dolar-Amerika-Serikat.jpg)