AS dan Israel Serang Iran
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei “Menghilang”, Intelijen Dunia Kebingungan
Sosok pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menjadi teka-teki besar yang membingungkan intelijen dunia. Sejak serangan udara pada
SERAMBINEWS.COM - Sosok pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menjadi teka-teki besar yang membingungkan intelijen dunia. Sejak serangan udara pada 28 Februari yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, ia belum pernah terlihat di publik.
Kondisi ini memicu spekulasi luas, baik di dalam negeri Iran maupun di kalangan pejabat Amerika Serikat dan Israel, mengenai keberadaannya—bahkan tentang apakah ia masih hidup atau benar-benar memegang kendali pemerintahan.
Sejak resmi diumumkan sebagai pemimpin tertinggi pada 9 Maret, Mojtaba hanya mengeluarkan dua pernyataan tertulis. Tidak ada rekaman suara, apalagi penampilan langsung.
Baca juga: Tak Mau Bantu AS Serang Iran, Trump Ejek PM Inggris lewat Video, Ketegangan AS–Inggris Memanas
Situasi ini dinilai janggal. Apalagi di era teknologi saat ini, di mana rekaman video dan audio sangat mudah dibuat dan disebarkan.
“Ini sangat aneh, bahkan di luar kewajaran,” kata seorang pejabat AS. “Kami tidak punya bukti bahwa dia benar-benar yang memberi perintah.”
Dijuluki “Ayatollah Kardus”
Di tengah ketidakpastian tersebut, publik Iran mulai berspekulasi liar. Bahkan muncul julukan sinis “Ayatollah Kardus” setelah video viral memperlihatkan pendukung yang memuji potongan gambar dirinya yang disebut dibuat dengan kecerdasan buatan.
Meski begitu, pemerintah Iran tetap memasang baliho besar bergambar Mojtaba di berbagai sudut Teheran, seolah menegaskan keberadaannya.
Intelijen: Masih Hidup, Tapi Tak Jelas Perannya
Laporan dari CIA dan Mossad mengindikasikan bahwa Mojtaba kemungkinan masih hidup. Hal ini didukung oleh aktivitas pejabat Iran yang disebut-sebut berusaha menjadwalkan pertemuan langsung dengannya.
Namun, lokasi dan kondisinya masih menjadi misteri. Ia dilaporkan terluka dalam serangan awal yang menewaskan ayahnya.
Gedung Putih Ikut Bingung
Tim keamanan nasional Gedung Putih kini berusaha memastikan apakah Mojtaba benar-benar memimpin Iran atau hanya simbol semata.
“Tidak ada bukti jelas bahwa dia memegang kendali,” kata seorang pejabat Israel.
Sementara itu, pejabat tinggi AS menduga luka yang dideritanya cukup serius. Bahkan ada spekulasi bahwa ia mengalami cacat permanen akibat serangan tersebut.
Spekulasi semakin memuncak ketika Mojtaba tidak muncul dalam perayaan Nowruz—tradisi penting bagi pemimpin Iran. Ia juga kembali hanya menyampaikan pesan tertulis, tanpa video.
Dalam pernyataan itu, ia menegaskan Iran tidak akan mundur dan akan membalas setiap korban yang jatuh akibat perang dengan Amerika Serikat dan Israel.
Hingga kini, dunia masih bertanya-tanya: apakah Mojtaba Khamenei benar-benar memimpin Iran, atau ada sosok lain di balik layar?
Di tengah konflik yang memanas, ketidakjelasan ini justru menambah ketegangan global—dan memperdalam misteri kekuasaan di Teheran.(*)
Intelijen Dunia
Ayatollah Mojtaba Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei
Mojtaba
| AS dan Iran Hampir Capai Kesepakatan, Bahas 14 Poin untuk Akhiri Perang, |
|
|---|
| Serangan Rudal dan Drone Guncang Dubai, Iran Bantah Terlibat |
|
|---|
| Operasi Epic Fury Lawan Iran Resmi Berakhir, AS Beralih ke 'Perang' di Selat Hormuz |
|
|---|
| Trump Bersikeras akan Rebut Uranium Iran yang Terkubur di Dalam Tanah Lewat Operasi Militer |
|
|---|
| Baru Sehari Diluncurkan, Trump Hentikan Operasi Militer Kawal Kapal di Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ayatollah-Mojtaba-Khamenei-anak-Ali-Khamenei-resmi-terpilih-menjadi-pemimpin-tertinggi-baru-Iran.jpg)