Breaking News
Rabu, 8 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei “Menghilang”, Intelijen Dunia Kebingungan

Sosok pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menjadi teka-teki besar yang membingungkan intelijen dunia. Sejak serangan udara pada

Editor: Ansari Hasyim
Kompas.com
Ayatollah Mojtaba Khamenei, anak Ali Khamenei, resmi terpilih menjadi pemimpin tertinggi baru Iran, Senin (9/3/2026 

SERAMBINEWS.COM - Sosok pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menjadi teka-teki besar yang membingungkan intelijen dunia. Sejak serangan udara pada 28 Februari yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, ia belum pernah terlihat di publik.

Kondisi ini memicu spekulasi luas, baik di dalam negeri Iran maupun di kalangan pejabat Amerika Serikat dan Israel, mengenai keberadaannya—bahkan tentang apakah ia masih hidup atau benar-benar memegang kendali pemerintahan.

Sejak resmi diumumkan sebagai pemimpin tertinggi pada 9 Maret, Mojtaba hanya mengeluarkan dua pernyataan tertulis. Tidak ada rekaman suara, apalagi penampilan langsung.

Baca juga: Tak Mau Bantu AS Serang Iran, Trump Ejek PM Inggris lewat Video, Ketegangan AS–Inggris Memanas

Situasi ini dinilai janggal. Apalagi di era teknologi saat ini, di mana rekaman video dan audio sangat mudah dibuat dan disebarkan.

“Ini sangat aneh, bahkan di luar kewajaran,” kata seorang pejabat AS. “Kami tidak punya bukti bahwa dia benar-benar yang memberi perintah.”

Dijuluki “Ayatollah Kardus”

Di tengah ketidakpastian tersebut, publik Iran mulai berspekulasi liar. Bahkan muncul julukan sinis “Ayatollah Kardus” setelah video viral memperlihatkan pendukung yang memuji potongan gambar dirinya yang disebut dibuat dengan kecerdasan buatan.

Meski begitu, pemerintah Iran tetap memasang baliho besar bergambar Mojtaba di berbagai sudut Teheran, seolah menegaskan keberadaannya.

Intelijen: Masih Hidup, Tapi Tak Jelas Perannya

Laporan dari CIA dan Mossad mengindikasikan bahwa Mojtaba kemungkinan masih hidup. Hal ini didukung oleh aktivitas pejabat Iran yang disebut-sebut berusaha menjadwalkan pertemuan langsung dengannya.

Namun, lokasi dan kondisinya masih menjadi misteri. Ia dilaporkan terluka dalam serangan awal yang menewaskan ayahnya.

Gedung Putih Ikut Bingung

Tim keamanan nasional Gedung Putih kini berusaha memastikan apakah Mojtaba benar-benar memimpin Iran atau hanya simbol semata.

“Tidak ada bukti jelas bahwa dia memegang kendali,” kata seorang pejabat Israel.

Sementara itu, pejabat tinggi AS menduga luka yang dideritanya cukup serius. Bahkan ada spekulasi bahwa ia mengalami cacat permanen akibat serangan tersebut.

Spekulasi semakin memuncak ketika Mojtaba tidak muncul dalam perayaan Nowruz—tradisi penting bagi pemimpin Iran. Ia juga kembali hanya menyampaikan pesan tertulis, tanpa video.

Dalam pernyataan itu, ia menegaskan Iran tidak akan mundur dan akan membalas setiap korban yang jatuh akibat perang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Hingga kini, dunia masih bertanya-tanya: apakah Mojtaba Khamenei benar-benar memimpin Iran, atau ada sosok lain di balik layar?

Di tengah konflik yang memanas, ketidakjelasan ini justru menambah ketegangan global—dan memperdalam misteri kekuasaan di Teheran.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved