AS dan Israel Serang Iran
Iran Ubah Doktrin Militer: Dari Bertahan ke Menyerang
Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Abdollahi, menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran kini mengadopsi
Ringkasan Berita:
- Pergeseran ini bukan sekadar retorika.
- Drone Iran dilaporkan menyerang kawasan Dimona di Israel lokasi sensitif yang diyakini sebagai pusat program nuklir negara tersebut dekat kota Arad.
SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru. Militer Iran secara resmi mengumumkan pergeseran besar dalam strategi tempurnya dari “defensif” menjadi “ofensif” sebuah langkah yang langsung terasa dampaknya di medan perang.
Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Abdollahi, menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran kini mengadopsi pendekatan agresif dengan mengerahkan senjata canggih yang diklaim mampu “mengacaukan sepenuhnya perhitungan musuh.”
Pergeseran ini bukan sekadar retorika. Drone Iran dilaporkan menyerang kawasan Dimona di Israel lokasi sensitif yang diyakini sebagai pusat program nuklir negara tersebut dekat kota Arad.
“Doktrin kami telah berubah, dan taktik tempur telah disesuaikan,” ujar Abdollahi. Ia juga memberi sinyal ancaman baru dengan menyebut “kejutan-kejutan” lain tengah disiapkan.
Baca juga: Efek Perang Iran: Timur Tengah Tinggalkan Patriot, Lirik Rudal Murah Korea Selatan
Gelombang Serangan dan Korban
Pada 21 Maret, Iran meluncurkan enam gelombang serangan rudal ke Israel. Kota Arad menjadi salah satu titik terdampak paling parah, dengan sedikitnya 88 orang terluka 10 di antaranya dalam kondisi serius, termasuk anak-anak.
Serangan tersebut memicu respons darurat nasional. Seluruh kegiatan sekolah dibatalkan, dan instruksi perlindungan sipil diperketat di seluruh Israel.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang meninjau langsung lokasi serangan, menyebut selamatnya korban jiwa sebagai “keajaiban.” Ia menegaskan pentingnya disiplin terhadap sirene peringatan.
“Yang masuk ke tempat perlindungan tanpa pengecualian tidak terluka,” katanya.
Namun, militer Israel mengakui sistem pertahanan udara gagal mencegat sebagian rudal yang masuk, meski menyatakan tidak ada jenis hulu ledak baru yang digunakan.
Serangan Meluas ke Banyak Front
Konflik tak hanya terbatas di Israel. Di utara, wilayah Misgav Am dilaporkan mengalami serangan drone yang menewaskan korban, sementara di Tel Aviv empat orang terluka, satu dalam kondisi serius.
Dampak juga merembet ke sektor transportasi. Bandara utama Israel, Bandara Ben Gurion, mulai membatasi penerbangan akibat meningkatnya ancaman, termasuk penggunaan hulu ledak bergaya klaster.
Infrastruktur Energi Jadi Sasaran
Situasi semakin genting setelah Iran meningkatkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi di Teluk Persia, menyusul serangan Israel ke kompleks gas South Pars pada 18 Maret.
Dalam 48 jam, sejumlah target vital dihantam:
- Terminal LNG Ras Laffan di Qatar lumpuh sebagian
Fasilitas gas Habshan dan ladang minyak Bab di Uni Emirat Arab diserang - Kilang Mina al-Ahmadi di Kuwait diserang dua kali
Kilang Mina al-Ahmadi bahkan sempat ditutup dua hari berturut-turut setelah kebakaran melanda beberapa unit pengolahan berkapasitas 730.000 barel per hari.
Sementara itu, Arab Saudi berhasil mencegat 27 drone dalam satu hari mayoritas di wilayah timur yang kaya minyak.
Ancaman dan Peringatan
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa serangan yang terjadi sejauh ini baru “sebagian kecil” dari kemampuan militer Iran. Ia mengancam respons “tanpa batas” jika infrastruktur energi Iran kembali diserang.
Peringatan keras juga datang dari pihak Teluk. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan, menegaskan bahwa kesabaran negaranya tidak tanpa batas dan menyebut kawasan memiliki “kapasitas besar untuk membalas.”
Sejak konflik memanas, lebih dari 3.000 proyektil dilaporkan telah ditembakkan ke negara-negara Teluk, dengan lebih dari separuhnya mengarah ke Uni Emirat Arab.
Perubahan doktrin militer Iran ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik kawasan. Dengan serangan lintas negara dan ancaman terhadap infrastruktur energi global, dunia kini menghadapi risiko krisis yang jauh lebih luas.(*)
| Trump Isyaratkan 'Hari Penentu' bagi Iran, Gencatan Senjata tak akan Diperpanjang |
|
|---|
| Trump Kirim Surat ke Xi, Minta China Hentikan Pasokan Senjata ke Iran |
|
|---|
| Trump Ultimatum Iran 48 Jam, Ribuan Pasukan AS Bergerak ke Timur Tengah |
|
|---|
| Minyak Iran Terancam Behenti Mengalir ke China, Armada Perang AS jaga Ketat Perlintasan Selat Hormuz |
|
|---|
| Tiongkok: Operasi Militer di Timur Tengah Harus Diakhiri Secepatnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kerusakan-di-wilayah-Bnei-Brak-di-sebelah-timur-Tel-Aviv-setelah-dihantam-rudal-Iran.jpg)