Sabtu, 25 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Tegaskan Tak Akan Negosiasi dengan AS Meski Terus Digempur

Menurut sumber dari kabinet Israel, AS telah mengajukan proposal berisi 15 poin melalui Pakistan sebagai mediator.

Editor: Faisal Zamzami
IRNA
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Iran menyatakan tengah meninjau proposal yang diajukan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat pekan.
  • Namun demikian, Teheran menegaskan tidak memiliki niat untuk melakukan negosiasi langsung dengan Washington.
  • Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menjelaskan bahwa komunikasi antara kedua negara selama ini hanya dilakukan melalui perantara pihak ketiga, bukan dalam bentuk perundingan resmi.

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN — Pemerintah Iran menyatakan tengah meninjau proposal yang diajukan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat pekan.

Namun demikian, Teheran menegaskan tidak memiliki niat untuk melakukan negosiasi langsung dengan Washington.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menjelaskan bahwa komunikasi antara kedua negara selama ini hanya dilakukan melalui perantara pihak ketiga, bukan dalam bentuk perundingan resmi.

“Pesan yang disampaikan melalui negara-negara sahabat kami dan respons kami yang menyatakan posisi atau mengeluarkan peringatan yang diperlukan, itu tidak bisa disebut sebagai negosiasi atau dialog,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan televisi pemerintah, Rabu (25/3/2026).

Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan klaim Presiden AS, Donald Trump.

Dalam sebuah acara di Washington, Trump menyebut para pemimpin Iran sebenarnya menginginkan perdamaian dan tengah berupaya mencapai kesepakatan, meski menurutnya mereka enggan mengungkapkannya secara terbuka.

“Mereka sedang bernegosiasi, dan mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” kata Trump, tanpa merinci pihak Iran yang dimaksud.

Baca juga: VIDEO Iran Ancam Tutup Laut Merah, Urat Nadi Perdagangan Global Terancam

Konflik antara Iran dan sekutunya dengan AS serta Israel telah menelan ribuan korban sejak pecah pada 28 Februari lalu.

Pada hari pertama serangan, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangan Israel.

Posisi tersebut kini digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei, yang belum tampil ke publik sejak dilantik.

Menurut sumber dari kabinet Israel, AS telah mengajukan proposal berisi 15 poin melalui Pakistan sebagai mediator.

Beberapa poin utama mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghapusan stok uranium dengan pengayaan tinggi milik Iran, pembatasan program rudal balistik, serta penghentian dukungan terhadap sekutu regional Iran.

Iran, melalui pihak perantara, menyampaikan bahwa penyelesaian konflik juga harus mencakup situasi di Lebanon dalam kesepakatan akhir.

Di sisi lain, ketegangan ini berdampak luas secara global.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved