Kamis, 23 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Iran Klaim Tembak Jet Tempur F-18 AS, Jatuh di Samudra Hindia

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur elite milik Amerika Serikat jenis F/A-18 di wilayah

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/us navy
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur elite milik Amerika Serikat jenis F/A-18 di wilayah lepas pantai Chabahar, pelabuhan bebas yang terletak di dekat Teluk Oman. 

SERAMBINEWS.COM – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur elite milik Amerika Serikat jenis F/A-18 di wilayah lepas pantai Chabahar, pelabuhan bebas yang terletak di dekat Teluk Oman.

Menurut pernyataan IRGC, pesawat tersebut dihantam sistem pertahanan udara Iran sebelum akhirnya jatuh ke Samudra Hindia. 

Dalam pernyataannya yang disiarkan oleh media pemerintah Iran, IRGC menyebut keberhasilan ini sebagai bagian dari rangkaian operasi militer yang mereka klaim terus meningkat.

Baca juga: VIDEO Detik-detik 50 Jet Tempur Israel Bom Bunker Bawah Tanah Milik Khamenei

“Operasi ini menandai intersepsi sukses keempat terhadap jet tempur strategis milik militer AS dan Zionis oleh sistem pertahanan udara modern buatan dalam negeri Iran,” demikian pernyataan IRGC.

IRGC juga menyebut bahwa serangan tersebut dilakukan menggunakan sistem pertahanan udara canggih milik Angkatan Laut IRGC yang berada di bawah kendali pasukan paramiliter Basij.

Klaim ini muncul sehari setelah laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan pengerahan ribuan pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik dengan Iran

IRGC memperingatkan bahwa pasukan AS berpotensi mengalami nasib serupa dengan kapal induk seperti USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln, yang sebelumnya juga mereka klaim menjadi target serangan rudal.

Rencana pengerahan pasukan tambahan tersebut dinilai berpotensi semakin meningkatkan ketegangan yang sudah memanas di kawasan.

Di sisi lain, IRGC juga dituding oleh Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, sebagai pihak yang berada di balik operasi Hizbullah melawan Israel. 

Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi Arab Saudi, Al-Hadath.

Salam menuduh IRGC secara langsung terlibat dalam operasi militer Hizbullah, termasuk peluncuran drone dari Lebanon ke arah Siprus. 

Ia juga menuding adanya pejabat IRGC yang masuk ke Lebanon menggunakan paspor palsu.

Sejak awal Maret, Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di Lebanon dan menyebabkan sedikitnya 1,2 juta warga mengungsi. 

Peneliti dari Human Rights Watch menyebut bahwa pengungsian massal tersebut berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Meski tuduhan Salam sulit diverifikasi, sejumlah analisis dan laporan menyebut IRGC memang memiliki peran penting dalam persiapan Hizbullah untuk kembali terlibat dalam konflik yang telah berlangsung sejak 2023.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved