Kamis, 23 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Rudal dan Drone Iran Disimpan di Bawah Pegunungan Granit yang tak Tembus Bom Bunker

Klaim Donald Trump bahwa stok rudal dan drone Iran telah dihancurkan ternyata belum sepenuhnya menggambarkan kenyataan di lapangan. 

|
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/irna
Kedutaan Besar Iran di Beirut mengumumkan bahwa kota-kota rudal Iran menimbulkan ketakutan di hati musuh-musuh Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Sejak hari-hari awal perang, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) disebut telah mengaktifkan doktrin pertahanan “Decentralized Mosaic Defence” (DMD), dengan menyembunyikan persenjataan mereka jauh di dalam gunung granit padat.
  • Kedalaman dan struktur lokasi ini membuatnya hampir mustahil dijangkau bahkan oleh bom penghancur bunker paling kuat milik Amerika Serikat.

 

SERAMBINEWS.COM – Klaim Donald Trump bahwa stok rudal dan drone Iran telah dihancurkan ternyata belum sepenuhnya menggambarkan kenyataan di lapangan. 

Di balik pegunungan granit yang kokoh, Iran diyakini menyimpan kekuatan militernya di lokasi yang nyaris tak tersentuh.

Sejak hari-hari awal perang, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) disebut telah mengaktifkan doktrin pertahanan “Decentralized Mosaic Defence” (DMD), dengan menyembunyikan persenjataan mereka jauh di dalam gunung granit padat. 

Kedalaman dan struktur lokasi ini membuatnya hampir mustahil dijangkau bahkan oleh bom penghancur bunker paling kuat milik Amerika Serikat.

"Kota Rudal" unit Angkatan Laut IRGC di sebuah lokasi yang dirahasiakan di Iran (AFP)

Situasi ini memicu “permainan kucing dan tikus” antara Iran dengan AS dan Israel. 

Analisis sumber terbuka dan citra satelit terbaru mengungkap keberadaan kompleks rudal balistik besar di bawah gunung selatan Yazd. 

Dari lokasi ini, Iran tetap mampu meluncurkan serangan meski terus digempur.

Taktiknya pun cerdik. 

Drone dan rudal dikeluarkan dari gua, diluncurkan, lalu segera disembunyikan kembali ke dalam pegunungan. Saat peluncuran terdeteksi, serangan balasan dari AS dan Israel biasanya hanya mampu menghancurkan pintu masuk gua. Namun, puing-puing tersebut dapat dibersihkan dalam hitungan hari, sementara persenjataan di dalam tetap aman.

Baca juga: Komandan Angkatan Laut IRGC Dilaporkan Tewas, Iran Belum Konfirmasi

Seorang analis, Shanaka Anslem Perera, menggambarkan fasilitas ini seperti “sistem kereta bawah tanah untuk rudal balistik”. 

Ia menyebut adanya jaringan rel otomatis yang mengangkut hulu ledak dan peluncur dari ruang perakitan hingga ke beberapa pintu keluar tersembunyi di lereng gunung, dengan kedalaman mencapai 500 meter.

Serangan berulang AS dan Israel pada awal hingga pertengahan Maret dilaporkan hanya merusak infrastruktur permukaan, seperti ventilasi dan pintu masuk. 

Namun, bagian utama yang berada jauh di bawah tanah disebut tetap utuh dan berfungsi.

Bahkan, pada 20 Maret, sebuah rudal balistik jarak jauh sempat diluncurkan dari kompleks tersebut, meski gagal di fase awal dan jatuh di wilayah Yazd. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved