Konflik Amerika vs Iran
AS dan Israel Hadapi Krisis Amunisi Serius Dalam Konflik dengan Iran, Tel Aviv Mulai Irit Pemakaian
Unit pertahanan dilaporkan harus meluncurkan lebih banyak rudal pencegat untuk setiap target guna memastikan tingkat keberhasilan yang tinggi.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
AS dan Israel Hadapi Krisis Amunisi Serius Dalam Konflik dengan Iran, Tel Aviv Mulai Irit Pemakaian
SERAMBINEWS.COM - Sebuah laporan terbaru dari Royal United Services Institute (RUSI) memperingatkan bahwa Amerika Serikat dan Israel menghadapi krisis logistik serius dalam konflik melawan Iran, menyusul tingginya konsumsi rudal pencegat yang berpotensi menguras stok dalam waktu singkat.
Dalam analisis berjudul “Lebih dari 11.000 peluru dalam 16 hari perang Iran”, RUSI menyoroti bahwa faktor penentu dalam konflik saat ini bukan hanya kemampuan tempur di medan perang, melainkan daya tahan industri dan logistik dalam memenuhi kebutuhan amunisi.
Laporan tersebut menyebutkan, persediaan rudal pencegat Arrow milik Israel diperkirakan dapat habis pada akhir Maret, yang berisiko melemahkan sistem pertahanan udara lapisan luar.
Sementara itu, sistem pertahanan terminal milik AS, THAAD, juga menghadapi tekanan serupa dan berpotensi kehabisan stok dalam waktu satu bulan jika tingkat penggunaan saat ini terus berlanjut.
Tingginya konsumsi rudal pencegat dipicu oleh serangan beruntun dari Iran yang disebut rata-rata meluncurkan sekitar 33 rudal balistik dan 94 drone per hari sejak konflik pecah pada 28 Februari.
Kondisi ini memaksa sistem pertahanan udara AS-Israel bekerja ekstra keras untuk mencegat setiap ancaman.
Selain itu, kerusakan pada sejumlah sistem radar turut memperparah situasi.
Unit pertahanan dilaporkan harus meluncurkan lebih banyak rudal pencegat untuk setiap target guna memastikan tingkat keberhasilan yang tinggi.
Hanya dalam 16 hari pertama, aliansi AS-Israel dilaporkan menggunakan sekitar 11.294 butir amunisi, dengan perkiraan total biaya sebesar 26 miliar dolar AS.
RUSI menggambarkan hal ini sebagai "jurang amunisi," di mana tingkat konsumsi jauh melebihi kapasitas pengisian ulang.
Tantangan ini diperparah oleh lamanya waktu reproduksi. Diperkirakan bahwa penggantian rudal pencegat Arrow yang telah digunakan dapat memakan waktu 2-3 tahun, bahkan dengan produksi yang dipercepat.
Setiap rudal Arrow-3 membutuhkan proses manufaktur yang kompleks, bergantung pada rantai pasokan material khusus dan kontrak industri jangka panjang.
Meskipun Israel membantah kemungkinan kekurangan pasokan dalam waktu dekat, RUSI memperingatkan bahwa tingkat konsumsi saat ini mendekati batas struktural.
Laporan tersebut memperingatkan bahwa, tanpa pasokan yang cukup, bahkan sistem pertahanan rudal yang berteknologi canggih pun berisiko mengalami degradasi bertahap, sehingga meningkatkan kemungkinan rudal dan drone menembus jaringan pertahanan udara.
| Pasukan AS Sergap Kapal Terkait Iran di Dekat Wilayah Indo-Pasifik, Situasi Makin Panas |
|
|---|
| Trump Ogah Perpanjang Gencatan Senjata, AS Ancam Serang Iran Lagi Jika Tak Ada Kesepakatan Baru |
|
|---|
| Gencatan Senjata AS–Iran Berakhir Besok, Kedua Negara Isyaratkan Kembali Berperang |
|
|---|
| Para Ajudan Kucilkan Donald Trump, Jauhkan Presiden dari Ruang Situasi saat Operasi Rahasia di Iran |
|
|---|
| Iran Ancam Balas AS usai Kapal Disita di Selat Hormuz, Dunia Waspada Krisis Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sistem-pertahanan-rudal-Iron-Dome-Israel-kiri-mencegat-roket-kanan-Hamas.jpg)