Kamis, 9 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Siap Hadapi Serangan Darat AS, Siapkan Hingga Satu Juta Kombatan

“Pasukan darat Iran siap menciptakan ‘neraka bersejarah’ bagi militer AS jika perang darat terjadi di wilayah Iran,” ujar sumber tersebut.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkap layar X
Anggota Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) berbaris selama parade militer tahunan di kota Ahvaz di barat daya Iran sebelum serangan. 

Ringkasan Berita:
  • Iran menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi kemungkinan serangan darat dari Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
  • Teheran dikabarkan telah menyiapkan hingga satu juta kombatan sebagai bagian dari strategi pertahanan nasionalnya.
  • Sumber tersebut menegaskan bahwa pasukan Iran tidak hanya siap bertahan, tetapi juga percaya diri menghadapi potensi konflik terbuka. 

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERANIran menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi kemungkinan serangan darat dari Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Teheran dikabarkan telah menyiapkan hingga satu juta kombatan sebagai bagian dari strategi pertahanan nasionalnya.

Kantor berita Tasnim melaporkan, sumber militer Iran menyebut rencana invasi darat oleh AS sebagai “kesalahan historis”.

Dalam pernyataannya yang dikutip oleh Middle East Monitor, sumber tersebut menegaskan bahwa pasukan Iran tidak hanya siap bertahan, tetapi juga percaya diri menghadapi potensi konflik terbuka.

“Pasukan darat Iran siap menciptakan ‘neraka bersejarah’ bagi militer AS jika perang darat terjadi di wilayah Iran,” ujar sumber tersebut.

Selain memperkuat kesiapan militer, Iran juga meningkatkan pengamanan di Pulau Kharg, yang memiliki nilai strategis tinggi sebagai jalur ekspor sekitar 90 persen minyak mentah negara tersebut.

Lonjakan signifikan juga terjadi dalam jumlah relawan yang mendaftar dalam beberapa hari terakhir.

Para pemuda memadati pusat perekrutan untuk bergabung dengan pasukan paramiliter Basij, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), maupun tentara reguler.

Baca juga: Iran Ultimatum Negara Sekitar, Risiko Perang Besar Mengintai?

Sumber militer tersebut juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia.

Ia memperingatkan bahwa upaya AS untuk membuka jalur tersebut secara paksa akan berisiko besar.

Di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan mulai meningkatkan kesiapan militernya di kawasan.

Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) disebut tengah mempertimbangkan pengiriman tambahan 3.000 hingga 4.000 personel militer ke Timur Tengah.

Menurut laporan Reuters, pasukan tersebut berasal dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS yang bermarkas di Fort Bragg, North Carolina.

Unit elite ini dikenal memiliki kemampuan operasi cepat, termasuk pengerahan pasukan melalui terjun payung dan mobilisasi dalam waktu singkat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved