Senin, 27 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Peringatan Iran: Pasukan AS akan Bernasib Tragis Jika Lakukan Invasi Darat

Zolfaqari juga menanggapi ancaman dari Presiden AS, Donald Trump, terkait rencana pendudukan pulau-pulau strategis di kawasan Teluk Persia.

Editor: Faisal Zamzami
Istimewa/Tasnim News Agency
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Iran melontarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat terkait kemungkinan invasi darat ke wilayahnya.
  • Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa langkah tersebut akan berujung pada konsekuensi serius bagi militer AS.
  • Dalam pernyataan yang dirilis Minggu (29/3), Zolfaqari menyebut bahwa pasukan AS berisiko menghadapi nasib tragis jika tetap melanjutkan rencana tersebut. 

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERANIran melontarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat terkait kemungkinan invasi darat ke wilayahnya.

 Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa langkah tersebut akan berujung pada konsekuensi serius bagi militer AS.

Dalam pernyataan yang dirilis Minggu (29/3), Zolfaqari menyebut bahwa pasukan AS berisiko menghadapi nasib tragis jika tetap melanjutkan rencana tersebut.

Ia bahkan menyatakan bahwa tentara AS bisa “menjadi makanan hiu di Teluk Persia”.

Zolfaqari juga menanggapi ancaman dari Presiden AS, Donald Trump, terkait rencana pendudukan pulau-pulau strategis di kawasan Teluk Persia.

Menurutnya, rencana tersebut tidak realistis dan berpotensi membahayakan pasukan Amerika sendiri.

Ia menambahkan bahwa posisi militer AS di kawasan Timur Tengah saat ini dinilai rentan.

Zolfaqari mengklaim pasukan AS telah mundur dari sejumlah pangkalan yang rusak dan kini berlindung di area sipil serta pusat ekonomi negara-negara regional.

Baca juga: Lebih dari 50.000 Tentara AS Dikerahkan ke Timur Tengah, Trump Siap Invasi Darat ke Iran

“Iran telah lama siap menghadapi skenario invasi darat dan menunggu untuk merespons,” ujarnya.

Ia memperingatkan bahwa setiap bentuk agresi akan memicu konsekuensi besar, termasuk kemungkinan penangkapan hingga kerugian besar di pihak penyerang.

Lebih lanjut, Zolfaqari mendesak para pemimpin AS untuk mempelajari sejarah Iran dalam menghadapi intervensi asing.

Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siaga penuh.

Sementara itu, laporan media AS menyebutkan bahwa Pentagon tengah mempersiapkan skenario operasi darat terbatas di Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Target operasi disebut mencakup wilayah strategis seperti Pulau Kharg serta area pesisir dekat Selat Hormuz.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved