Breaking News
Rabu, 15 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Ancam Targetkan Rumah Pejabat dan Komandan AS-Israel

Hingga kini, sekitar 50.000 pasukan AS sudah dikerahkan di Timur Tengah setelah kedatangan tambahan 2.500 marinir dan 2.500 pelaut.

Editor: Faisal Zamzami
Istimewa/Tasnim News Agency
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengeluarkan ancaman serius terhadap Amerika Serikat dan Israel, dengan menargetkan kediaman para pejabat militer dan politik kedua negara.
  • Pernyataan ini muncul setelah serangan gabungan AS-Israel yang menimpa pemukiman penduduk Iran.
  • Zolfaghari menegaskan bahwa invasi darat ke Iran akan membawa konsekuensi memalukan bagi militer AS. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (29/3/2026), ia memperingatkan:

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengeluarkan ancaman serius terhadap Amerika Serikat dan Israel, dengan menargetkan kediaman para pejabat militer dan politik kedua negara.

Pernyataan ini muncul setelah serangan gabungan AS-Israel yang menimpa pemukiman penduduk Iran.

“Melihat tindakan jahat dan terorisme musuh Amerika-Zionis serta penargetan rumah-rumah penduduk Iran di berbagai kota, angkatan bersenjata Republik Islam akan membalas dengan menargetkan kediaman para pejabat, komandan, dan politisi AS-Zionis di wilayah tersebut,” tegas Zolfaghari melalui sebuah video, dikutip dari News18.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyampaikan kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran, namun tetap berencana mengirim ribuan pasukan ke wilayah itu, baik untuk membuka kembali Selat Hormuz maupun menyerbu Pulau Kharg.

Ancaman Jika AS Lakukan Invasi Darat

Zolfaghari menegaskan bahwa invasi darat ke Iran akan membawa konsekuensi memalukan bagi militer AS. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (29/3/2026), ia memperingatkan:

“Para komandan dan tentara AS pada akhirnya akan menjadi makanan bagi hiu di Teluk Persia.”

Ia menilai rencana Trump untuk menduduki pulau-pulau di Teluk Persia tidak realistis dan menuduh keputusan itu dipengaruhi tekanan eksternal yang menempatkan pasukan AS dalam situasi mematikan.

Zolfaghari menambahkan, posisi pasukan AS saat ini sangat rentan meski mereka mundur dari pangkalan yang hancur dan mencari perlindungan di pusat-pusat sipil dan ekonomi regional.

Baca juga: Netanyahu Tegaskan Israel Tetap Serang Lebanon Meski AS–Iran Capai Kesepakatan

Peningkatan Keberadaan Militer AS di Timur Tengah

Hingga kini, sekitar 50.000 pasukan AS sudah dikerahkan di Timur Tengah setelah kedatangan tambahan 2.500 marinir dan 2.500 pelaut.

Jumlah ini 10.000 lebih banyak dibandingkan penempatan rutin.

Namun, jumlah tersebut belum termasuk 4.500 personel yang sebelumnya berada di atas kapal induk USS Gerald R Ford, yang telah menarik diri dari wilayah tersebut pada 23 Maret akibat sejumlah insiden, termasuk kebakaran di ruang cuci.

Kapal itu kini berada di Kroasia sejak 27 Maret.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved