Kamis, 9 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Pusat Data Amazon di Bahrain Hancur Dihantam Rudal Iran

Operasi komputasi awan milik Amazon di Bahrain dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan Iran. Informasi ini diungkap dalam laporan Financial

|
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
Operasi komputasi awan milik Amazon di Bahrain dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan Iran. 

SERAMBINEWS.COM – Operasi komputasi awan milik Amazon di Bahrain dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan Iran.

Informasi ini diungkap dalam laporan Financial Times pada Rabu, yang mengutip sumber yang mengetahui kejadian tersebut.

Amazon Web Services (AWS) adalah layanan komputasi awan (cloud computing) milik Amazon yang menyediakan berbagai infrastruktur dan layanan IT melalui internet.

Sederhannya AWS itu seperti “menyewa komputer super” secara online. Jadi, pelanggan tidak perlu punya server fisik sendiri, cukup pakai lewat internet sesuai kebutuhan.

Baca juga: Inggris Kumpulkan 40 Negara untuk Buka Selat Hormuz yang Dikuasai Iran di Tengah Perang Berkecamuk

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyatakan bahwa tim pertahanan sipil telah “memadamkan api di fasilitas sebuah perusahaan sebagai akibat dari agresi Iran.”

Namun, pihak berwenang tidak mengungkapkan nama perusahaan maupun rincian tingkat kerusakan yang terjadi. Amazon sendiri menolak memberikan komentar terkait insiden tersebut.

Serangan ini menjadi indikasi terbaru bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai merembet ke infrastruktur teknologi komersial di kawasan Teluk.

Perkembangan tersebut terjadi sehari setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan menargetkan perusahaan-perusahaan teknologi besar asal AS yang beroperasi di Timur Tengah, termasuk Amazon, Microsoft, Google, dan Apple.

Ancaman ini memicu kekhawatiran bahwa aset digital dan ekonomi kini semakin berada dalam garis risiko konflik.

Sebelumnya, pada 2 Maret, Amazon mengungkapkan bahwa dua fasilitas pusat datanya di Uni Emirat Arab dan satu di Bahrain terdampak secara fisik akibat serangan pesawat tak berawak.

Sebagai informasi, Amazon Web Services (AWS) meluncurkan Wilayah Timur Tengah (Bahrain) pada Juli 2019.

Wilayah ini merupakan region cloud pertama AWS di Timur Tengah, yang terdiri dari tiga Zona Ketersediaan dan dirancang untuk melayani pelanggan dengan kebutuhan latensi rendah di kawasan tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved