Jumat, 10 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam dari Trump

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran dilaporkan menolak proposal gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan

Editor: Ansari Hasyim
@pegadaian.kanwilmedan
Peringatan itu disampaikan oleh Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Jumat seperti dilansir outlet berita Al Jazeera.  

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran dilaporkan menolak proposal gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan oleh Presiden Donald Trump

Penolakan ini menambah daftar panjang kebuntuan diplomatik di tengah konflik yang terus meluas di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan Kantor Berita Fars News Agency, Minggu tawaran tersebut disampaikan oleh Washington melalui pihak ketiga yang tidak disebutkan pada pertengahan pekan.

Namun, sumber resmi Iran menegaskan bahwa proposal itu tidak dapat diterima, tanpa merinci alasan spesifik di balik penolakan tersebut.

Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa Iran justru menjadi pihak yang lebih dulu meminta gencatan senjata.

Baca juga: Jet Tempur F-15E & A-10 Thunderbolt II Jatuh Dirudal Iran, Secanggih Apa Kedua Mesin Perang AS Ini?

 Klaim ini langsung dibantah oleh Teheran, yang menegaskan posisinya untuk tetap melanjutkan perlawanan.

Upaya mediasi buntu

Upaya diplomatik dari berbagai negara juga belum membuahkan hasil.

Laporan The Wall Street Journal menyebut bahwa inisiatif mediasi yang melibatkan Pakistan mengalami kebuntuan setelah Iran menolak bertemu pejabat AS di Islamabad. 

Teheran menilai tuntutan Washington tidak realistis.

Iran disebut mengajukan syarat berat, termasuk penarikan penuh militer AS dari seluruh pangkalan di Timur Tengah serta kompensasi atas kerusakan infrastruktur sipil seperti sekolah dan rumah sakit.

Sejumlah negara lain seperti Turki, Mesir, dan Qatar juga dilaporkan mencoba menjadi mediator. Namun, Qatar disebut menolak tekanan untuk memimpin proses negosiasi, meski didesak oleh AS dan sekutunya.

Iran siap hadapi perang Panjang

Di tengah mandeknya diplomasi, laporan intelijen AS yang pertama kali diungkap CNN menyebut bahwa Iran masih memiliki sekitar setengah dari kekuatan peluncur rudal dan drone kamikaze-nya. Temuan ini bertolak belakang dengan klaim Washington dan sekutunya yang sebelumnya menyebut kemampuan militer Iran telah “dihancurkan”.

Analisis ini memperkuat dugaan bahwa Teheran telah menyiapkan diri untuk konflik jangka panjang melawan koalisi AS dan Israel.

Dua Jet Tempur AS Jatuh

Situasi semakin memanas setelah dua pesawat tempur AS dilaporkan jatuh dalam waktu berdekatan.

Sebuah jet tempur F-15E Strike Eagle dilaporkan ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran di wilayah barat daya negara itu. Pernyataan tersebut disampaikan oleh markas militer Iran, Khatam al-Anbiya, dan dikutip oleh kantor berita Tasnim News Agency.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved