AS dan Israel Serang Iran
Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam dari Trump
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran dilaporkan menolak proposal gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan
SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran dilaporkan menolak proposal gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan oleh Presiden Donald Trump.
Penolakan ini menambah daftar panjang kebuntuan diplomatik di tengah konflik yang terus meluas di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan Kantor Berita Fars News Agency, Minggu tawaran tersebut disampaikan oleh Washington melalui pihak ketiga yang tidak disebutkan pada pertengahan pekan.
Namun, sumber resmi Iran menegaskan bahwa proposal itu tidak dapat diterima, tanpa merinci alasan spesifik di balik penolakan tersebut.
Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa Iran justru menjadi pihak yang lebih dulu meminta gencatan senjata.
Baca juga: Jet Tempur F-15E & A-10 Thunderbolt II Jatuh Dirudal Iran, Secanggih Apa Kedua Mesin Perang AS Ini?
Klaim ini langsung dibantah oleh Teheran, yang menegaskan posisinya untuk tetap melanjutkan perlawanan.
Upaya mediasi buntu
Upaya diplomatik dari berbagai negara juga belum membuahkan hasil.
Laporan The Wall Street Journal menyebut bahwa inisiatif mediasi yang melibatkan Pakistan mengalami kebuntuan setelah Iran menolak bertemu pejabat AS di Islamabad.
Teheran menilai tuntutan Washington tidak realistis.
Iran disebut mengajukan syarat berat, termasuk penarikan penuh militer AS dari seluruh pangkalan di Timur Tengah serta kompensasi atas kerusakan infrastruktur sipil seperti sekolah dan rumah sakit.
Sejumlah negara lain seperti Turki, Mesir, dan Qatar juga dilaporkan mencoba menjadi mediator. Namun, Qatar disebut menolak tekanan untuk memimpin proses negosiasi, meski didesak oleh AS dan sekutunya.
Iran siap hadapi perang Panjang
Di tengah mandeknya diplomasi, laporan intelijen AS yang pertama kali diungkap CNN menyebut bahwa Iran masih memiliki sekitar setengah dari kekuatan peluncur rudal dan drone kamikaze-nya. Temuan ini bertolak belakang dengan klaim Washington dan sekutunya yang sebelumnya menyebut kemampuan militer Iran telah “dihancurkan”.
Analisis ini memperkuat dugaan bahwa Teheran telah menyiapkan diri untuk konflik jangka panjang melawan koalisi AS dan Israel.
Dua Jet Tempur AS Jatuh
Situasi semakin memanas setelah dua pesawat tempur AS dilaporkan jatuh dalam waktu berdekatan.
Sebuah jet tempur F-15E Strike Eagle dilaporkan ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran di wilayah barat daya negara itu. Pernyataan tersebut disampaikan oleh markas militer Iran, Khatam al-Anbiya, dan dikutip oleh kantor berita Tasnim News Agency.
| Jet Tempur F-15E & A-10 Thunderbolt II Jatuh Dirudal Iran, Secanggih Apa Kedua Mesin Perang AS Ini? |
|
|---|
| Sumber: AS Diduga Coba Bunuh Pilot Pesawat Tempurnya yang Jatuh di Iran, Pilot Kedua Masih Hilang |
|
|---|
| Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Selat Hormuz atau “Neraka Akan Turun” |
|
|---|
| Jet Tempur AS Kedua Jatuh dalam 24 Jam di Teluk Persia, Pilot Berhasil Dievakuasi |
|
|---|
| Iran Buru Pilot Jet Tempur F-15 AS yang Ditembak Jatuh, Warga Dijanjikan Hadiah jika Menemukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/iran-89ijk.jpg)