Minggu, 12 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Anjlok! Perang Iran dan Data Kuat AS Pukul Harapan Penurunan Suku Bunga Fed

Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan, Senin (6/4/2026)

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/AI
HARGA EMAS - Ilustrasi emas UBS, Galeri24 dan Antam generated by AI, Minggu (15/3/2026). Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan, Senin (6/4/2026). 

Harga Emas Anjlok! Perang Iran dan Data Kuat AS Pukul Harapan Penurunan Suku Bunga Fed

SERAMBINEWS.COM – Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan, Senin (6/4/2026), seiring menguatnya dolar Amerika Serikat dan meningkatnya tekanan dari kondisi ekonomi global.

Dilansir Serambinews melalui kantor berita Reuters (6/4/2026), penurunan harga emas dipicu oleh kombinasi faktor, mulai dari perang Iran yang berkepanjangan hingga data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan.

Harga emas spot tercatat turun 0,9 persen menjadi 4.631,69 dolar AS per ons pada pukul 03.06 GMT.

 Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April juga melemah 0,5 persen ke level 4.657,50 dolar AS per ons.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 6 April 2026 Melemah Lagi, Segini Dijual Harga Emas per Gram

Analis pasar menyebutkan bahwa penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas.

Kepala analis pasar KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan bahwa data ketenagakerjaan terbaru di AS memperkuat kekhawatiran bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Data menunjukkan bahwa sektor non-pertanian AS menambah 178.000 lapangan kerja pada Maret 2026, menjadi kenaikan terbesar sejak Desember 2024.

Selain itu, tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,3 persen, menunjukkan kondisi ekonomi yang masih cukup kuat.

Situasi ini membuat pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat.

Baca juga: Sudah 5 Hari Harga Emas di Abdya Stabil, Segini Pasaran Per 5 April 2026

Padahal sebelumnya, sebelum konflik Iran memanas, pasar memperkirakan setidaknya akan ada dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini.

Di sisi lain, perang antara AS-Israel dan Iran juga turut mendorong kenaikan harga minyak dunia, terutama minyak mentah Brent.

Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, yang pada akhirnya memperkuat posisi dolar AS dan menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Presiden AS Donald Trump bahkan kembali memperingatkan Iran agar segera membuka Selat Hormuz, dengan ancaman tindakan militer jika hal tersebut tidak dilakukan.

Baca juga: Harga Emas Per Mayam dan Harga Emas Per Gram di Abdya Sabtu 4 April 2026

Namun, laporan intelijen menunjukkan bahwa Iran kemungkinan tidak akan membuka jalur tersebut dalam waktu dekat, sehingga ketidakpastian global masih akan berlanjut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved