Harga Emas
Harga Emas Anjlok! Perang Iran dan Data Kuat AS Pukul Harapan Penurunan Suku Bunga Fed
Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan, Senin (6/4/2026)
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Harga Emas Anjlok! Perang Iran dan Data Kuat AS Pukul Harapan Penurunan Suku Bunga Fed
SERAMBINEWS.COM – Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan, Senin (6/4/2026), seiring menguatnya dolar Amerika Serikat dan meningkatnya tekanan dari kondisi ekonomi global.
Dilansir Serambinews melalui kantor berita Reuters (6/4/2026), penurunan harga emas dipicu oleh kombinasi faktor, mulai dari perang Iran yang berkepanjangan hingga data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan.
Harga emas spot tercatat turun 0,9 persen menjadi 4.631,69 dolar AS per ons pada pukul 03.06 GMT.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April juga melemah 0,5 persen ke level 4.657,50 dolar AS per ons.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 6 April 2026 Melemah Lagi, Segini Dijual Harga Emas per Gram
Analis pasar menyebutkan bahwa penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas.
Kepala analis pasar KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan bahwa data ketenagakerjaan terbaru di AS memperkuat kekhawatiran bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.
Data menunjukkan bahwa sektor non-pertanian AS menambah 178.000 lapangan kerja pada Maret 2026, menjadi kenaikan terbesar sejak Desember 2024.
Selain itu, tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,3 persen, menunjukkan kondisi ekonomi yang masih cukup kuat.
Situasi ini membuat pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat.
Baca juga: Sudah 5 Hari Harga Emas di Abdya Stabil, Segini Pasaran Per 5 April 2026
Padahal sebelumnya, sebelum konflik Iran memanas, pasar memperkirakan setidaknya akan ada dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini.
Di sisi lain, perang antara AS-Israel dan Iran juga turut mendorong kenaikan harga minyak dunia, terutama minyak mentah Brent.
Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, yang pada akhirnya memperkuat posisi dolar AS dan menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Presiden AS Donald Trump bahkan kembali memperingatkan Iran agar segera membuka Selat Hormuz, dengan ancaman tindakan militer jika hal tersebut tidak dilakukan.
Baca juga: Harga Emas Per Mayam dan Harga Emas Per Gram di Abdya Sabtu 4 April 2026
Namun, laporan intelijen menunjukkan bahwa Iran kemungkinan tidak akan membuka jalur tersebut dalam waktu dekat, sehingga ketidakpastian global masih akan berlanjut.
harga emas
harga emas hari ini
harga emas dunia
harga emas turun
Penyebab harga emas turun
Serambinews
Serambi Indonesia
| Update Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini 4 April 2026, Naik atau Turun per Mayam? |
|
|---|
| Harga Minyak Melonjak, Bursa Asia Anjlok Usai Trump Tegaskan Lanjutkan Serangan ke Iran |
|
|---|
| Harga Emas di Banda Aceh Melejit! Naik Rp110 Ribu, Kini Tembus Rp 8,38 Juta per Mayam |
|
|---|
| Harga Emas Dunia Melonjak Lebih dari 3 Persen, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Update Harga Emas Pegadaian 29 Maret 2026: Galeri24 dan UBS Masih Bertahan di Level yang Sama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/emas-UBS-galeri24-dan-Antam.jpg)