Konflik Amerika vs Iran
Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata 45 Hari, Tegaskan Ingin Akhir Perang Permanen
“Iran telah menolak gencatan senjata dan menegaskan perlunya mengakhiri konflik secara definitif,” tulis IRNA.
Ringkasan Berita:
- Iran menolak proposal gencatan senjata sementara selama 45 hari dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel.
- Keputusan tersebut disampaikan melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator.
- Penolakan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran apabila tuntutan Washington tidak dipenuhi.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN — Iran menolak proposal gencatan senjata sementara selama 45 hari dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel.
Keputusan tersebut disampaikan melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator.
Penolakan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran apabila tuntutan Washington tidak dipenuhi.
Kantor berita pemerintah Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), pada Senin (4/6/2026) melaporkan bahwa Teheran telah memberikan respons resmi terhadap proposal Amerika Serikat.
Namun, rincian isi tawaran tersebut tidak diungkapkan ke publik.
Dalam tanggapan yang dituangkan dalam 10 poin, Iran secara tegas menolak opsi gencatan senjata sementara.
“Iran telah menolak gencatan senjata dan menegaskan perlunya mengakhiri konflik secara definitif,” tulis IRNA.
Seorang pejabat diplomatik Iran, Mojtaba Ferdousi Pour, menegaskan bahwa gencatan senjata bukan solusi yang cukup untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.
Baca juga: Iran Lipatkan Gandakan Serangan Rudal Fateh dan Kheibar Shekan Pakai Peluncur Ganda
“Kami tidak akan hanya menerima gencatan senjata. Kami hanya menerima berakhirnya perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Donald Trump kembali mengeluarkan ultimatum kepada Iran.
Ia memperingatkan bahwa jika Teheran tidak membuka akses bebas pelayaran di Selat Hormuz, Amerika Serikat akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.
Konflik yang telah berlangsung selama 38 hari ini dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran melalui serangan rudal ke sejumlah target di kawasan Timur Tengah.
Di tengah eskalasi tersebut, berbagai negara terus mengupayakan jalur diplomatik untuk meredakan ketegangan yang kian meluas.
Selain menolak gencatan senjata, Iran juga mengajukan sejumlah tuntutan dalam responsnya. Berdasarkan laporan IRNA, tuntutan tersebut meliputi:
-Penghentian konflik secara menyeluruh di kawasan
-Penyusunan protokol keamanan pelayaran di Selat Hormuz
-Rekonstruksi pascakonflik
-Pencabutan sanksi terhadap Iran
| UEA Balas Tekanan Serangan Iran, Ini Targetnya |
|
|---|
| Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dilaporkan Tak Sadarkan Diri, Kondisinya Disebut Parah |
|
|---|
| Nasib Kapal Tanker RI di Selat Hormuz Belum Jelas, Dubes Iran: Perlu Komunikasi, Musuh Tak Diizinkan |
|
|---|
| Tolak Gencatan Senjata 45 Hari, Teheran Minta Perang Berakhir Total, Bukan Sekedar Dijeda |
|
|---|
| Iran Izinkan Kapal Malaysia Lewat Selat Hormuz Gratis, Nasib Indonesia Belum Jelas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rudal-rudal-Iran-dipamerkan-di-alun-alun-Azadi-di-Teheran-barat.jpg)