Sabtu, 30 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

AS dan Iran Capai Kesepakatan Tentatif, Bahas Gencatan Senjata 60 Hari hingga Program Nuklir

“Masih ada beberapa poin bahasa yang terus dinegosiasikan. Sulit memastikan kapan atau apakah presiden akan menandatangani kesepakatan ini,”

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Chat GPT
PERUNDINGAN - Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan. 

 

Ringkasan Berita:
  • Negosiator Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan tentatif sebagai langkah awal untuk meredakan konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
  • Kesepakatan awal tersebut mencakup rencana gencatan senjata selama 60 hari serta dimulainya kembali perundingan terkait program nuklir Iran.
  • Kesepakatan itu juga mencakup upaya penghentian perang Israel di Lebanon.
  • Washington dan Teheran disebut sepakat untuk tidak mencampuri urusan domestik negara-negara di kawasan Timur Tengah

 

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON — Negosiator Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan tentatif sebagai langkah awal untuk meredakan konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Kesepakatan awal tersebut mencakup rencana gencatan senjata selama 60 hari serta dimulainya kembali perundingan terkait program nuklir Iran.

Menurut laporan Associated Press yang mengutip pejabat AS dan Timur Tengah yang mengetahui proses negosiasi, kesepakatan itu juga mencakup upaya penghentian perang Israel di Lebanon.

Selain itu, Washington dan Teheran disebut sepakat untuk tidak mencampuri urusan domestik negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Pada Kamis (28/5) malam waktu setempat, Wakil Presiden AS JD Vance mengonfirmasi adanya kesepakatan awal tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa dokumen memorandum of understanding (MoU) itu masih menunggu persetujuan Presiden Donald Trump.

“Masih ada beberapa poin bahasa yang terus dinegosiasikan. Sulit memastikan kapan atau apakah presiden akan menandatangani kesepakatan ini,” ujar Vance kepada wartawan.

Baca juga: Iran Klaim Punya Pertahanan Udara Baru, Benarkah Mampu Hadang Serangan AS?

Dalam rancangan kesepakatan tersebut, Iran disebut akan membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap. Sebagai imbalannya, AS akan melonggarkan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Teheran juga dilaporkan tidak diperbolehkan mengenakan pungutan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz dan diwajibkan membersihkan ranjau di wilayah itu dalam waktu 30 hari.

Sebagai bagian dari kesepakatan sementara, Washington disebut akan memberikan keringanan sanksi ekonomi dan kembali mengizinkan Iran menjual minyak di pasar internasional.

Sementara itu, pembahasan mengenai pencabutan sanksi secara penuh dan pencairan aset Iran di luar negeri akan dilakukan selama masa gencatan senjata berlangsung.

Di sisi lain, Iran juga dikabarkan diminta menyerahkan cadangan uranium hasil pengayaan sebagai bagian dari perjanjian permanen yang lebih luas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved