Senin, 13 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Kapal Perang AS Terobos Selat Hormuz, Iran Ultimatum Serangan dalam 30 Menit

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran mengancam akan menyerang kapal Angkatan Laut AS yang memasuki Selat Hormuz

Editor: Ansari Hasyim
(Woody PASCHALL / US NAVY )
Foto ini memperlihatkan kapal perang USS Preble menembakkan rudal Tomahawk dalam sebuah latihan di perairan California pada 29 September 2010. 

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran mengancam akan menyerang kapal Angkatan Laut AS yang memasuki Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Ancaman itu muncul setelah dua kapal perusak rudal berpemandu milik Angkatan Laut AS, USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy, untuk pertama kalinya melintasi selat tersebut sejak pecahnya konflik.

Misi AS: Buka Jalur Baru

Kedua kapal perang itu dilaporkan memulai misi untuk membuka “jalur pelayaran baru” di Selat Hormuz. Langkah ini bertujuan memungkinkan operasi penyisiran ranjau laut yang diduga dipasang oleh Islamic Revolutionary Guard Corps.

Komandan US Central Command, Brad Cooper, menegaskan bahwa misi ini merupakan bagian dari upaya menjamin kelancaran arus perdagangan global.

“Kami memulai proses membuka jalur aman dan akan segera membagikannya kepada industri maritim untuk memastikan perdagangan tetap berjalan,” ujarnya.

Dalam beberapa hari ke depan, operasi ini akan diperluas dengan melibatkan drone bawah laut, helikopter, dan tambahan pasukan AS.

Iran Merespons dengan Ancaman Keras

Langkah AS itu langsung memicu reaksi keras dari Iran. Pejabat Teheran bahkan memperingatkan bahwa kapal AS bisa diserang dalam waktu 30 menit jika terus bergerak.

Ancaman tersebut disampaikan kepada mediator dari Pakistan, di tengah berlangsungnya perundingan damai antara kedua negara.

Menurut laporan media Iran, angkatan bersenjata langsung bersiaga ketika kapal AS bergerak dari Fujairah menuju Selat Hormuz.

Meski demikian, tidak ada aksi militer yang terjadi. Kedua kapal AS akhirnya berhasil melintas tanpa insiden dalam misi yang disebut sebagai operasi “kebebasan navigasi”.

Sinyal Kekuatan atau Uji Nyali?

Sejumlah analis menilai langkah AS ini sebagai upaya “menggertak balik” Iran.

Steven Wills dari Center for Maritime Strategy menyebut langkah tersebut bisa jadi strategi untuk menguji sejauh mana Iran benar-benar siap bertindak.

“Ini bisa jadi cara untuk melihat apakah ancaman Iran benar-benar nyata atau tidak,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa ancaman terbesar di kawasan saat ini justru berasal dari rudal dan drone Iran, bukan ranjau laut.

Trump: Iran “Kalah Telak”

Sementara itu, Presiden Donald Trump memanaskan situasi lewat pernyataan di media sosial.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved