Konflik Amerika vs Iran
Trump Bocorkan Rencana Perundingan Damai AS–Iran Putaran Kedua
“Sebaiknya kalian tetap di sana, karena sesuatu mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan,” ujar Trump.
Ringkasan Berita:
- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan akan digelar di Pakistan dalam waktu dekat.
- Ia menyebutkan bahwa pertemuan lanjutan berpotensi berlangsung pada Kamis (16/4/2026), setelah perundingan pertama berakhir tanpa kesepakatan.
- Trump juga memuji peran Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, yang dinilai berperan penting dalam mengatur jalannya pembicaraan.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan akan digelar di Pakistan dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara virtual dengan jurnalis The New York Post yang berada di Islamabad, Pakistan, pada Selasa (14/4/2026) waktu setempat.
Ia menyebutkan bahwa pertemuan lanjutan berpotensi berlangsung pada Kamis (16/4/2026), setelah perundingan pertama berakhir tanpa kesepakatan.
“Sebaiknya kalian tetap di sana, karena sesuatu mungkin akan terjadi dalam dua hari ke depan,” ujar Trump.
Trump juga memuji peran Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, yang dinilai berperan penting dalam mengatur jalannya pembicaraan.
Meski memberi sinyal positif terhadap kelanjutan diplomasi, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak akan terlibat langsung dalam pertemuan tersebut.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai siapa yang akan mewakili delegasi Amerika Serikat.
Baca juga: VIDEO Trump Ancam Tenggelamkan Kapal yang Halangi Blokade Selat Hormuz
Perbedaan Masih Tajam
Dalam wawancara yang sama, Trump mengkritik laporan mengenai draf kesepakatan yang menyebutkan adanya usulan penangguhan aktivitas nuklir Iran selama 20 tahun.
Ia menegaskan bahwa posisi AS tetap menolak kepemilikan senjata nuklir oleh Iran secara permanen.
“Saya telah mengatakan bahwa mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Jadi, saya tidak suka usulan 20 tahun itu,” tegasnya.
Perundingan Pertama Gagal
Rencana pertemuan lanjutan ini muncul setelah perundingan tertutup selama 16 jam yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS, JD Vance, di Pakistan pada akhir pekan lalu berakhir buntu.
Vance bahkan meninggalkan lokasi lebih awal dari jadwal.
| Pasukan AS Sergap Kapal Terkait Iran di Dekat Wilayah Indo-Pasifik, Situasi Makin Panas |
|
|---|
| Trump Ogah Perpanjang Gencatan Senjata, AS Ancam Serang Iran Lagi Jika Tak Ada Kesepakatan Baru |
|
|---|
| Gencatan Senjata AS–Iran Berakhir Besok, Kedua Negara Isyaratkan Kembali Berperang |
|
|---|
| Para Ajudan Kucilkan Donald Trump, Jauhkan Presiden dari Ruang Situasi saat Operasi Rahasia di Iran |
|
|---|
| Iran Ancam Balas AS usai Kapal Disita di Selat Hormuz, Dunia Waspada Krisis Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Daftar-proyek-Donald-Trump-di-Indonesia.jpg)