Selasa, 19 Mei 2026

Harga BBM

Bahlil: Arahan Prabowo, Harga BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik hingga Akhir 2026

“Kami sudah bersepakat, atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun 2026,” ujar Bahlil.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com/ADHYASTA DIRGANTARA
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditemui di Istana, Jakarta, Jumat (7/3/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.
  • Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika harga energi global.
  • Ia menyebutkan bahwa keputusan tersebut telah melalui pembahasan matang antara pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. 

Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam rangka menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika harga energi global.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai menghadiri pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (16/4/2026).

 Ia menyebutkan bahwa keputusan tersebut telah melalui pembahasan matang antara pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.

“Kami sudah bersepakat, atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun 2026,” ujar Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil bahkan berharap agar harga BBM subsidi dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tetap sangat bergantung pada perkembangan harga minyak mentah dunia yang tercermin dalam Indonesian Crude Price (ICP).

Baca juga: Cadangan BBM Indonesia Bukan 25 Hari Lagi, Bahlil: Sudah Ada Penambahan 7 Hari Lagi

Menurutnya, selama harga ICP masih berada dalam batas yang aman bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah memiliki ruang fiskal untuk mempertahankan subsidi energi.

Saat ini, rata-rata ICP Indonesia masih berada di kisaran 77 dolar AS per barel, jauh di bawah ambang batas yang dinilai masih aman, yakni sekitar 100 dolar AS per barel.

“Kalau ICP masih di bawah 100 dolar AS, itu masih relatif aman untuk APBN kita. Sekarang rata-rata masih di angka 77 dolar AS per barel. Jadi kenaikannya belum signifikan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kenaikan harga minyak dunia sejauh ini masih terkendali, sehingga tidak memberikan tekanan besar terhadap keuangan negara.

Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan global untuk memastikan kebijakan subsidi tetap tepat sasaran dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat kecil.

Dalam arahannya kepada jajaran Kabinet Merah Putih, ia secara tegas meminta agar subsidi tidak disalahgunakan oleh kelompok masyarakat mampu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved