Minggu, 19 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Intelijen AS: China Diduga Pertimbangkan Kirim Radar Canggih ke Iran

Teknologi ini dinilai dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan Iran dalam mendeteksi dan melacak ancaman udara.

Editor: Faisal Zamzami
WIKIMEDIA COMMONS
DRONE - Drone Shahed-136 milik Iran. Drone Shahed. Spesifikasi drone Shahed 

Ringkasan Berita:
  • Analis di Badan Intelijen Pertahanan AS (Defense Intelligence Agency/DIA), lembaga intelijen militer di bawah Pentagon, menilai bahwa China sedang mempertimbangkan untuk menyediakan sistem radar canggih kepada Iran.
  • Pejabat AS yang berbicara secara anonim menyebutkan bahwa Beijing tengah mempertimbangkan pengiriman sistem radar X-band ke Teheran.
  • Teknologi ini dinilai dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan Iran dalam mendeteksi dan melacak ancaman udara.

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC – Analis di Badan Intelijen Pertahanan AS (Defense Intelligence Agency/DIA), lembaga intelijen militer di bawah Pentagon, menilai bahwa China sedang mempertimbangkan untuk menyediakan sistem radar canggih kepada Iran.

Mengutip CBS News (16/4/2026), pejabat AS yang berbicara secara anonim menyebutkan bahwa Beijing tengah mempertimbangkan pengiriman sistem radar X-band ke Teheran.

Teknologi ini dinilai dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan Iran dalam mendeteksi dan melacak ancaman udara.

Kemampuan tersebut mencakup deteksi drone terbang rendah hingga rudal jelajah, sekaligus memperkuat perlindungan sistem pertahanan udara Iran dari serangan modern.

Namun, hingga saat ini belum ada kepastian apakah transfer tersebut benar-benar akan dilakukan.

Para pejabat AS menilai hal ini mencerminkan kekhawatiran Washington bahwa konflik dengan Iran tidak hanya melibatkan aktor regional, tetapi juga kekuatan global yang mungkin memberikan dukungan tidak langsung.

Baca juga: AS Perketat Tekanan terhadap Iran, Militer Amerika Siap Hentikan Kapal Iran di Seluruh Dunia

Dugaan Bantuan Militer Lain dari China

Sebelumnya, intelijen AS juga melaporkan indikasi bahwa China tengah menyiapkan pengiriman sistem pertahanan udara ke Iran.

Dua sumber kepada CNN (11/4/2026) menyebutkan bahwa pengiriman tersebut diduga dapat melalui negara ketiga untuk menyamarkan asal peralatan.

Senjata yang dimaksud termasuk sistem rudal anti-pesawat portabel (MANPADS).

Bantahan dari China

Kedutaan Besar China di Washington membantah tuduhan tersebut.

Beijing menyatakan bahwa China tidak pernah menyediakan senjata kepada pihak mana pun yang terlibat dalam konflik.

Pernyataan AS dan Laporan Intelijen

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved