Minggu, 19 April 2026

Anak Tantrum Saat Dilarang Main Gadget? Ini Cara Mengatasinya Menurut Ahli

Melarang anak bermain gadget memang sering memicu tantrum, tetapi orangtua perlu tetap konsisten dalam menerapkan aturan.

Editor: Mursal Ismail
Chat GPT
KECANDUAN GADGET - Foto ilustrasi anak kecanduan main gadget 

Ringkasan Berita:
  • Ahli menegaskan konsistensi orangtua dan seluruh anggota keluarga sangat penting agar anak tidak memanfaatkan celah untuk tetap bermain gadget.
  • Saat anak tantrum, orangtua disarankan tetap tenang dan membiarkan anak meluapkan emosi selama tidak membahayakan diri.
  • Ketergantungan gadget bisa dikurangi dengan memberi aktivitas menarik seperti membaca, menggambar, bermain bersama, serta memberi contoh penggunaan gadget yang bijak.

SERAMBINEWS.COM - Melarang anak bermain gadget memang sering memicu tantrum, tetapi orangtua perlu tetap konsisten dalam menerapkan aturan. 

Dengan memberi ruang anak meluapkan emosi, menyediakan aktivitas alternatif, dan menjadi teladan dalam penggunaan gadget, kebiasaan digital yang lebih sehat dapat dibentuk sejak dini.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak di FK-KMK UGM, Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A(K) mengungkapkan, konsistensi menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi ini.

“Terkadang bapak atau ibunya merasa capek, lalu anaknya tantrum minta main gadget, alhasil dikasih begitu saja,” tutur Prof. Mei saat diwawancarai Kompas.com, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, sikap tidak konsisten justru membuat anak semakin sulit diatur dan cenderung mengulangi perilaku yang sama.

Dalam menerapkan aturan terkait penggunaan gadget, orangtua perlu memiliki kesepakatan yang jelas dan diterapkan secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga.

Baca juga: Anak Sering Marah dan Tantrum? Ini 5 Cara Efektif Orang Tua Mengatasinya

“Padahal konsistensi antara kedua orangtua dan anggota keluarga lainnya dalam menerapkan larangan gadget ini penting dan harus disepakati bersama,” jelas Prof. Mei.

Jika aturan tidak diterapkan secara konsisten, anak akan melihat adanya celah untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Hal ini dapat membuat tantrum menjadi cara yang efektif bagi anak untuk mencapai tujuannya.

Biarkan anak meluapkan emosi

Saat anak tantrum, banyak orangtua merasa perlu segera menghentikan tangisan tersebut. Namun, Prof. Mei menyarankan pendekatan yang berbeda.

“Kalau anak tantrum, diamkan saja, selama anak tidak membahayakan diri dan keselamatannya, maka biarkan dia meluapkan emosinya,” ujarnya.

Baca juga: VIDEO - Viral! Ibu Tantrum di Barbershop Gara-Gara Anak Dicukur Habis Tanpa Izin!

Pendekatan ini bertujuan agar anak belajar mengenali dan mengelola emosinya sendiri.

Selain itu, orangtua juga tidak memberikan respons yang justru memperkuat perilaku tantrum.

“Hal ini tujuannya agar tantrum tersebut tidak jadi senjata anak supaya bisa dibiarkan bermain gadget,” lanjutnya.

Berikan alternatif aktivitas yang menarik

Mengalihkan perhatian anak ke aktivitas lain dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi ketergantungan pada gadget.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved