Rabu, 22 April 2026

Harga BBM

Harga Pertalite April 2026 Berapa per Liter? Saat BBM Non-Subsidi Melonjak Tajam

Kenaikan harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku sejak 18 April 2026 memicu perhatian luas dari masyarakat

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
FREEPIK
Daftar harga BBM yang berlaku pada April 2026. 

Harga Pertalite April 2026 Berapa per Liter? Saat BBM Non-Subsidi Melonjak Tajam

SERAMBINEWS.COM- Kenaikan harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku sejak 18 April 2026 memicu perhatian luas dari masyarakat, khususnya terkait nasib BBM subsidi seperti Pertalite.

Banyak yang mempertanyakan apakah harga Pertalite ikut mengalami kenaikan di tengah lonjakan harga bahan bakar lainnya.

Namun hingga saat ini, harga Pertalite masih tetap stabil.

Untuk wilayah seperti Jawa dan Bali, harga Pertalite masih berada di angka Rp 10.000 per liter dan belum mengalami perubahan.

Kondisi ini membuat Pertalite tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai paling terjangkau dibandingkan jenis BBM lainnya yang harganya terus meningkat.

Baca juga: Harga Bahan Pokok di Aceh Timur Tetap Stabil, Meski BBM Non-Subsidi dan Plastik Naik

Di tengah tekanan harga energi global, pemerintah memastikan bahwa BBM subsidi tidak akan mengalami penyesuaian dalam waktu dekat.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Ia menegaskan bahwa harga BBM subsidi akan dijaga tetap stabil hingga akhir tahun 2026 sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli masyarakat.

Seusai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (16/4/2026), Bahlil menyampaikan bahwa kondisi stok energi nasional masih dalam kategori aman.

"Insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," ucapnya dikutip dari keterangan resmi, Jumat (17/4/2026) dikutip via Kompas.com (21/4/2026).

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Organda Pastikan Tarif Angkutan di Lhokseumawe belum Berubah

Selain faktor ketersediaan pasokan, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi fiskal negara.

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih berada di bawah asumsi dalam APBN, sehingga memberi ruang bagi pemerintah untuk mempertahankan harga BBM subsidi.

"Ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan 100 dollar itu sudah aman dalam IBBM. Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari 77 dollar. Jadi kita itu baru split 7 dollar," jelas Bahlil.

Sementara itu, kondisi berbeda justru terjadi pada BBM non-subsidi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved