Minggu, 26 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Iran: Negosiasi tak Berlanjut Tanpa Pencabutan Blokade AS

Utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa menegaskan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat tidak dapat dilanjutkan selama

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/medsos
DELEGASI IRAN - Kantor berita Iran Tasnim menerbitkan gambar pertemuan delegasi Iran di Islamabad, sebelum pertemuan para pemimpin delegasi Muhammad Baqir Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Irak dengan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif. 

Ringkasan Berita:
  • Duta Besar Iran untuk kantor PBB di Jenewa kembali menekankan bahwa kelanjutan dialog sangat bergantung pada penghentian pembatasan yang menargetkan pelabuhan-pelabuhan Iran.

 

SERAMBINEWS.COM – Utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa menegaskan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat tidak dapat dilanjutkan selama Washington belum mencabut blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

Langkah tersebut dinilai sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Duta Besar Iran untuk kantor PBB di Jenewa kembali menekankan bahwa kelanjutan dialog sangat bergantung pada penghentian pembatasan yang menargetkan pelabuhan-pelabuhan Iran.

Baca juga: AS dan Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Dalam wawancara dengan program BBC Radio 4 World at One, Ali Bahreini menyebut blokade itu sebagai “pelanggaran signifikan terhadap gencatan senjata” dan menegaskan bahwa perundingan tidak mungkin berlangsung dalam kondisi tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa Teheran tidak ingin negosiasi dimanfaatkan pihak lain untuk membeli waktu guna mempersiapkan agresi lanjutan. Menurutnya, setiap proses diplomatik harus dilandasi niat yang tulus.

Bahreini turut menyerukan pendekatan yang lebih “realistis” dari Washington, dengan meminta Amerika Serikat mengakui hak-hak Iran serta memenuhi tuntutan yang dianggap wajar sebagai prasyarat keterlibatan yang bermakna.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Dalam peristiwa itu, Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer senior dilaporkan tewas.

Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan rudal dan drone selama berminggu-minggu yang menargetkan posisi militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan Teluk Persia dan wilayah sekitarnya.

Serangan balasan tersebut disebut berlangsung dalam lebih dari 100 gelombang selama 40 hari.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan selama dua pekan tercapai pada 8 April dan membuka jalan bagi perundingan di Islamabad.

Dalam pembicaraan itu, Iran mengajukan proposal sepuluh poin, termasuk penarikan pasukan AS dan pencabutan sanksi.

Namun, setelah 21 jam negosiasi pada 11–12 April, kedua pihak gagal mencapai kesepakatan.

Delegasi Iran menilai kegagalan itu dipicu oleh rendahnya kepercayaan terhadap komitmen Washington.

Iran kembali menegaskan bahwa setiap upaya melanjutkan perundingan gencatan senjata hanya dapat dilakukan jika Amerika Serikat mencabut blokade laut, yang dinilai sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan yang ada.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved