Minggu, 3 Mei 2026

Timur Tengah

Tak Ada Solusi Israel Stres Hadapi Drone Murah Hizbullah, Korban Tentara Terus Bertambah

Ancaman drone murah namun mematikan milik kelompok Hizbullah kini membuat militer Israel Defense Forces (IDF) berada di titik

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/telegraph
Drone yang dikendalikan melalui kabel serat optik sepanjang bermil-mil tidak mungkin untuk dihalangi. 

SERAMBINEWS.COM – Ancaman drone murah namun mematikan milik kelompok Hizbullah kini membuat militer Israel Defense Forces (IDF) berada di titik frustrasi tinggi.

Laporan Channel 13 menyebutkan, pasukan Israel kesulitan menemukan solusi efektif menghadapi serangan drone FPV (first-person view) yang sarat bahan peledak, senjata sederhana namun terbukti mematikan.

Koresponden militer Or Heller mengungkapkan, tingkat frustrasi di kalangan tentara hingga komandan senior kini “signifikan”.

Ironisnya, ancaman ini datang dari teknologi yang relatif murah, mudah dioperasikan, dan dianggap primitif.

Namun dampaknya nyata. Dalam sepekan terakhir, serangan drone tersebut menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 20 lainnya.

Menurut Heller, para perwira senior menilai pendekatan defensif saja tidak cukup.

IDF kini mempertimbangkan langkah ofensif dengan menargetkan wilayah hingga 20 kilometer di utara garis yang dikenal sebagai “garis kuning”, yang membentang di sepanjang Sungai Litani.

Selama akhir pekan, Hizbullah dilaporkan terus meluncurkan drone dan perangkat udara peledak.

Meski tidak ada korban pada hari laporan disiarkan, sehari sebelumnya empat tentara Israel mengalami luka ringan, bertepatan dengan sirene peringatan di sekitar 20 permukiman, termasuk di kawasan Dataran Tinggi Golan.

Belum Ada Solusi Teknologi

Yang lebih mengkhawatirkan, para pejabat militer Israel mengakui bahwa hingga kini belum ada solusi teknologi yang benar-benar efektif untuk menghadapi ancaman drone FPV.

Uji coba sistem intersepsi terbaru yang dilakukan dua pekan lalu oleh Kementerian Pertahanan bersama industri pertahanan dilaporkan belum mencapai kesiapan operasional.

Bahkan, hasilnya disebut “tidak memuaskan” tanpa terobosan signifikan.

Media Israel seperti Israel Hayom dan Radio Tentara juga menyoroti keterlambatan respons serta keterbatasan kemampuan menghadapi serangan drone yang sangat lincah, sulit dideteksi, dan tahan terhadap gangguan elektronik.

Drone FPV ini bahkan mampu melayang di udara dan menyerang saat mendeteksi pergerakan, menciptakan tekanan konstan bagi pasukan darat.

Dalam kondisi terdesak, tentara Israel disebut melakukan berbagai improvisasi di lapangan, termasuk memasang jaring untuk mencegat drone.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved