Info Haji 2026
208 Jemaah Haji Indonesia Dirujuk ke RS Arab Saudi, 76 Masih Dirawat
“Jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 208 orang, dan 76 orang masih dalam perawatan,” ujar Maria.
Ringkasan Berita:
- Kemenhaj RI melaporkan adanya peningkatan jumlah jemaah haji Indonesia yang membutuhkan perawatan medis di Arab Saudi.
- Hingga hari ke-15 pelaksanaan ibadah haji tahun ini, tercatat sebanyak 208 jemaah telah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi, dengan 76 orang di antaranya masih menjalani perawatan intensif.
- Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers daring yang disiarkan melalui kanal resmi YouTube Kemenhaj RI, Selasa (5/5/2026).
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melaporkan adanya peningkatan jumlah jemaah haji Indonesia yang membutuhkan perawatan medis di Arab Saudi.
Hingga hari ke-15 pelaksanaan ibadah haji tahun ini, tercatat sebanyak 208 jemaah telah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi, dengan 76 orang di antaranya masih menjalani perawatan intensif.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers daring yang disiarkan melalui kanal resmi YouTube Kemenhaj RI, Selasa (5/5/2026).
“Jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 208 orang, dan 76 orang masih dalam perawatan,” ujar Maria.
Ribuan Jemaah Jalani Perawatan Medis
Selain jemaah yang dirujuk ke rumah sakit, Kemenhaj juga mencatat adanya ribuan jemaah yang menjalani perawatan jalan.
Secara kumulatif, terdapat 10.746 jemaah yang mendapatkan layanan rawat jalan selama pelaksanaan ibadah haji berlangsung.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 139 jemaah juga sempat dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sebelum dirujuk atau kembali ke pemondokan.
Kondisi kesehatan jemaah menjadi perhatian utama pemerintah, mengingat tingginya aktivitas ibadah yang harus dijalani, terutama pada fase awal kedatangan dan menjelang puncak haji.
Baca juga: Madinah Kian Terik Suhu Mencapai 42 Derajat, Jamaah Haji Diimbau Waspadai Kondisi Terlalu Panas
Cuaca Panas Jadi Tantangan Serius
Maria menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan jemaah adalah cuaca ekstrem di wilayah Makkah dan Madinah.
Saat ini, suhu di kedua kota suci tersebut dilaporkan berada pada kisaran 37 hingga 39 derajat Celsius pada siang hari.
“Kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik ini memang menjadi sangat penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan optimal dan lebih khusyuk,” katanya.
Panas yang menyengat tersebut meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan lain, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.
Proses Kedatangan dan Pergerakan Jemaah
Di sisi lain, Kemenhaj juga melaporkan perkembangan kedatangan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi yang terus berlangsung secara bertahap.
Hingga hari ke-15 operasional haji:
-Sebanyak 229 kloter telah diberangkatkan dari Indonesia
-Total 89.051 jemaah dan 912 petugas telah tiba di Tanah Suci
Untuk kedatangan di Madinah, tercatat:
-219 kloter telah mendarat
-85.039 jemaah dan 873 petugas telah tiba dan menempati akomodasi yang telah disiapkan
Setelah masa tinggal di Madinah, jemaah secara bertahap mulai bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah wajib dan persiapan puncak haji.
Sementara itu, sebanyak 68 kloter dengan 26.037 jemaah dan 272 petugas telah tiba di Makkah.
Penanganan dan Pengawasan Kesehatan Diperketat
Kemenhaj memastikan seluruh proses pelayanan jemaah, termasuk aspek kesehatan, dilakukan secara terkoordinasi antara petugas kesehatan haji, KKHI, serta otoritas kesehatan di Arab Saudi.
Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan jemaah mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan jemaah dengan penyakit kronis.
“Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jemaah haji yang telah tertib dan mematuhi arahan petugas,” ujar Maria.
Imbauan untuk Jemaah
Pemerintah kembali mengingatkan agar jemaah haji menjaga kondisi fisik dengan mengatur aktivitas ibadah, memperbanyak konsumsi air, serta menghindari paparan panas berlebihan pada jam-jam tertentu.
Kemenhaj menegaskan bahwa kerja sama antara jemaah dan petugas menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji hingga puncak pelaksanaan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Kepatuhan dan kolaborasi ini menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” tutup Maria.
Baca juga: Pemko Banda Aceh Tutup Underpass Beurawe usai Kabel Pompa Air Dicuri, Ini Target Operasi Kembali
Baca juga: Membanggakan! Model Cilik Aceh Sumayyah Sabet Juara 3 Junior Idol World di Thailand
Sudah tayang di Kompas.com
| 25 Tahun Layani Jemaah Haji Indonesia, Dapur Marmara di Madinah Utamakan Rasa Nusantara |
|
|---|
| Bank Aceh Perkuat Peran Strategis, Peusijuek dan Lepas 1.624 Jamaah Calon Haji 2026 |
|
|---|
| Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi 7 Orang, Puluhan Masih Dirawat Intensif di Arab Saudi |
|
|---|
| 7 WNI Kasus Haji Ilegal Ditangkap Arab Saudi, Kartu Nusuk Palsu hingga Ratusan Juta Rupiah Disita |
|
|---|
| Jemaah Haji Indonesia Mulai Jalani Umrah Wajib di Masjidil Haram, Petugas Siaga Dampingi Lansia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Suasana-Masjidil-Haram-di-kota-Makkah-Arab-Saudi-Jumat-2952025.jpg)