Jumat, 8 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Terapkan Sistem Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Izin Sebelum Melintas, Ini Syaratnya

Iran wajibkan izin kapal melintas Selat Hormuz, ketegangan naik. AS hentikan Project Freedom, Iran sebut langkah itu tanda kegagalan strategi.

Tayang:
Editor: Amirullah
Kompas.com/Seto Ajinugroho
KAPAL PERTAMINA - Dua kapal Pertamina Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz. 

Ringkasan Berita:Iran kini mewajibkan izin bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Di sisi lain, Presiden Donald Trump menghentikan sementara Project Freedom. Iran menilai langkah tersebut sebagai tanda kegagalan strategi AS di kawasan tersebut.

 

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan di kawasan Teluk kembali terasa setelah Iran resmi memberlakukan sistem baru untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Kebijakan ini diumumkan di tengah meningkatnya dinamika keamanan di jalur strategis tersebut, terutama setelah adanya proyek yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di kawasan itu.

Dalam laporan Press TV, sistem baru ini mewajibkan setiap kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz untuk terlebih dahulu mengantongi izin resmi dari otoritas Iran.

Tanpa izin tersebut, kapal tidak diperkenankan melintas.

Dalam mekanisme yang diterapkan, kapal yang disetujui akan menerima pemberitahuan melalui email resmi dari info@PGSA.ir.

Email tersebut berisi berbagai aturan dan ketentuan yang harus dipatuhi selama perjalanan.

Operator pelayaran pun diminta menyesuaikan operasional mereka sejak awal, termasuk memastikan seluruh dokumen izin transit telah diamankan sebelum memasuki kawasan tersebut, mengutip Al Mayadeen, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Hubungan Maia Estianty dan Ahmad Dhani kian Memanas

Press TV menyebut kebijakan ini sebagai bentuk sistem peraturan berdaulat yang kini diberlakukan Iran di Selat Hormuz.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Sekitar 20 persen perdagangan minyak global melewati perairan ini, menjadikannya titik kunci dalam rantai pasok energi internasional.

Seorang sumber keamanan politik senior Iran bahkan menegaskan bahwa kendali penuh atas Selat Hormuz kini berada di tangan negaranya.

“Pesan kepada agresor Amerika jelas: bergerak maju, dan Anda akan menjadi sasaran,” ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal tegas di tengah hubungan yang kembali memanas antara Iran dan Amerika Serikat.

Sumber tersebut juga memperingatkan, jika tekanan atau tindakan bermusuhan dari Washington terus berlanjut, Iran tidak menutup kemungkinan akan memperluas strategi pengawasan dan pengendalian ke wilayah maritim lainnya.

Baca juga: Purbaya: Pabrik Rokok Ilegal Terancam Ditutup Setelah Skema Cukai Baru Berlaku

Trump Hentikan Proyek Kebebasan di Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump menyebut telah menghentikan proyek kebebasan di Selat Hormuz.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved