Konflik Amerika vs Iran
Pantas Amerika Nyerah Lawan Iran, Ternyata Agen Rahasia CIA Ungkap Kekuatan Super Teheran
Iran disebut masih menyimpan kekuatan rudal balistik dan drone tempur dalam jumlah besar meski selama berminggu-minggu dibombardir.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Pantas Amerika Nyerah Lawan Iran, Ternyata Agen Rahasia CIA Ungkap Kekuatan Super Teheran
SERAMBINEWS.COM - Di tengah klaim kemenangan besar yang terus digaungkan Presiden Donlad Trump, laporan rahasia intelijen Amerika Serikat justru mengungkap fakta berbeda soal kekuatan Iran.
Dokumen intelijen yang disusun Central Intelligence Agency atau CIA menyebut Teheran masih memiliki kemampuan militer yang signifikan dan diyakini mampu bertahan menghadapi blokade ekonomi serta tekanan perang selama berbulan-bulan.
Laporan tersebut dikirim kepada Gedung Putih dan para pembuat kebijakan AS pada pekan ini.
Berdasarkan penilaian komunitas intelijen AS, Iran diperkirakan masih dapat bertahan menghadapi blokade angkatan laut Amerika selama sekitar tiga hingga empat bulan sebelum mengalami tekanan ekonomi yang lebih berat.
Tak hanya itu, Iran juga disebut masih menyimpan kekuatan rudal balistik dan drone tempur dalam jumlah besar meski selama berminggu-minggu dibombardir serangan udara AS dan Israel.
Menurut sejumlah sumber yang mengetahui isi dokumen tersebut, penilaian CIA jauh lebih hati-hati dibanding retorika Presiden Donald Trump yang sebelumnya mengklaim kemampuan militer Iran hampir hancur total.
Bertolak Belakang dari Trump
Seorang pejabat AS bahkan menyebut Iran masih mempertahankan sekitar 75 persen peluncur rudal bergeraknya dan sekitar 70 persen stok rudal dibandingkan sebelum perang pecah.
Selain itu, pemerintah Iran juga disebut berhasil membuka kembali sebagian besar fasilitas penyimpanan bawah tanah, memperbaiki rudal yang rusak, hingga merakit rudal baru yang sebelumnya belum selesai diproduksi.
Pernyataan itu bertolak belakang dengan pidato Trump di Ruang Oval pada 6 Mei 2026 lalu yang menyebut kekuatan rudal Iran tinggal sekitar 18 hingga 19 persen.
“Rudal mereka (Iran) sebagian besar telah hancur. Mereka mungkin hanya memiliki sekitar 18-19 persen yang tersisa, yang sangat sedikit dibandingkan sebelumnya,” kata Trump.
Presiden Trump, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, dan banyak pejabat lainnya telah berulang kali menggambarkan perang tersebut sebagai kemenangan militernya.
Namun, Iran tetap menunjukkan ketahanan yang cukup besar meskipun pemimpin tertingginya dan banyak pejabat tinggi lainnya tewas dalam serangan oleh AS dan Israel, serta mengalami kerugian besar pada peralatan militer.
Iran Tak Kenal Menyerah
Menurut seorang pejabat, kemampuan Iran untuk bertahan menghadapi kesulitan ekonomi yang berkepanjangan bahkan lebih besar daripada penilaian CIA.
"Kepemimpinan Iran semakin yakin bahwa mereka dapat memperpanjang konfrontasi melampaui kemauan politik Amerika Serikat,"
| AS Gempur Fasilitas Militer Iran Usai Serangan di Selat Hormuz |
|
|---|
| Iran Diklaim Terapkan Aturan Baru di Selat Hormuz, Kapal Terancam Diserang jika Tak Patuh |
|
|---|
| Iran Klaim Segera Menang Lawan AS dan Israel, Sebut Akan Ada Perayaan Besar |
|
|---|
| AS-Iran Memanas di Selat Hormuz, Trump Pastikan Gencatan Senjata Tetap Berlaku |
|
|---|
| AS Tembaki Kapal Tanker Berbendera Iran di Teluk Oman, Kapal Dilaporkan Lumpuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-mengakui-bahwa-faktor-dendam-pribadi-jadi-alasan-serang-iran.jpg)