Minggu, 10 Mei 2026

Iran Ancam Hancurkan Pangkalan AS, Rudal dan Drone Sudah Siaga Tempur Kunci Target

IRGC menyebutkan bahwa rudal dan drone Iran telah disiapkan dan mengunci sejumlah target milik AS serta kapal-kapal yang dianggap mengancam.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar/MILITER IRAN
RUDAL - Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam akan menyerang aset-aset militer AS di kawasan Timur Tengah apabila kapal-kapal Iran kembali diserang.

Peringatan itu disampaikan pada Sabtu (9/5/2026), sehari setelah insiden penyerangan terhadap dua kapal tanker Iran di Teluk Oman yang dituduhkan Teheran dilakukan oleh militer AS.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita pemerintah Iran, IRIB News, Angkatan Laut IRGC menegaskan bahwa setiap tindakan terhadap kapal Iran akan dibalas secara besar-besaran.

“Setiap serangan terhadap kapal tanker minyak dan kapal komersial Iran akan dibalas dengan serangan besar-besaran terhadap salah satu pangkalan Amerika di wilayah tersebut dan kapal-kapal musuh,” demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC.

Seorang komandan IRGC menyebutkan bahwa rudal dan drone Iran telah disiapkan dan mengunci sejumlah target milik AS serta kapal-kapal yang dianggap mengancam.

“Rudal dan pesawat nirawak IRGC telah mengunci target Amerika di wilayah tersebut dan kapal-kapal musuh yang agresif,” ujar Jenderal Sardar Mousavi dari Angkatan Udara IRGC.

“Kami menunggu perintah untuk menembak,” lanjutnya.

Baca juga: Intelijen AS: Serangan Israel–AS Gagal Lumpuhkan Iran, 70 Persen Rudal Masih Utuh

Ketegangan di Selat Hormuz Memanas

Situasi di kawasan Selat Hormuz dilaporkan semakin memanas dalam beberapa hari terakhir.

Iran dan AS disebut terlibat saling serang di jalur pelayaran strategis tersebut.

Pada Jumat (8/5/2026), sebuah jet tempur AS dilaporkan menembaki dan melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran.

Washington menuding kapal-kapal itu melanggar blokade pelabuhan Iran yang tengah diberlakukan.

Seorang pejabat militer Iran mengatakan angkatan laut Teheran telah memberikan respons terhadap tindakan tersebut, meski rincian serangan balasan tidak dijelaskan lebih lanjut.

Di tengah meningkatnya eskalasi, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata antara kedua pihak masih berlaku.

Trump bahkan menyebut insiden baku tembak di Selat Hormuz hanya sebagai “sentuhan kasih sayang”, sembari tetap berharap jalur diplomasi dapat berjalan.

Baca juga: Iran Ejek Ancaman Trump yang akan Melenyapkan Teheran dengan Bom Nuklir

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved