Konflik Amerika vs Iran
Trump Kembali Tolak Proposal Damai Iran, Harapan Akhiri Perang Pupus, Selat Hormuz Masih Tegang
Pakistan, yang menjadi salah satu mediator konflik, disebut telah meneruskan proposal Iran kepada pemerintah AS.
Ringkasan Berita:
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (10/5/2026) kembali menolak tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan Washington.
- Penolakan tersebut semakin memudarkan harapan berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu dan memicu krisis di kawasan Timur Tengah.
- Perang yang melibatkan Iran dan sekutunya di Lebanon itu telah menyebabkan kerusakan luas, mengganggu lalu lintas maritim di Selat Hormuz, serta mendorong lonjakan harga energi dunia.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (10/5/2026) kembali menolak tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan Washington.
Penolakan tersebut semakin memudarkan harapan berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu dan memicu krisis di kawasan Timur Tengah.
Perang yang melibatkan Iran dan sekutunya di Lebanon itu telah menyebabkan kerusakan luas, mengganggu lalu lintas maritim di Selat Hormuz, serta mendorong lonjakan harga energi dunia.
Beberapa hari setelah Amerika Serikat mengajukan proposal guna membuka kembali jalur negosiasi, Iran merilis tanggapan resmi yang berfokus pada penghentian perang di seluruh front konflik, terutama di Lebanon, serta jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini diblokade.
Namun, hanya beberapa jam setelah proposal Iran dipublikasikan, Trump langsung menolaknya melalui unggahan di media sosial Truth Social.
“Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima,” tulis Trump tanpa menjelaskan alasan lebih lanjut.
Baca juga: VIDEO Iran Tegaskan Akan Rudal Kapal Perang Inggris dan Perancis Jika Dekati Selat Hormuz
Isi Proposal Iran
Dikutip dari Tasnim News Agency, proposal Iran mencakup sejumlah tuntutan, di antaranya pembayaran ganti rugi atas kerusakan perang serta pengakuan terhadap kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
Teheran juga meminta Amerika Serikat untuk:
-Mengakhiri blokade angkatan laut,
-Menjamin tidak ada lagi serangan lanjutan,
-Mencabut sanksi ekonomi,
-Menghapus larangan ekspor minyak Iran.
Sementara itu, Amerika Serikat sebelumnya mengusulkan penghentian pertempuran terlebih dahulu sebelum memasuki pembahasan isu yang lebih sensitif, termasuk program nuklir Iran.
| Trump Mulai Frustrasi, Perang Iran Tak Berjalan Sesuai Rencana Gedung Putih |
|
|---|
| Arab Saudi Tolak Jet Tempur AS, Khawatir Operasi Trump Picu Serangan Iran, Ogah Jadi Tameng |
|
|---|
| Pantas Amerika Nyerah Lawan Iran, Ternyata Agen Rahasia CIA Ungkap Kekuatan Super Teheran |
|
|---|
| AS Gempur Fasilitas Militer Iran Usai Serangan di Selat Hormuz |
|
|---|
| Iran Diklaim Terapkan Aturan Baru di Selat Hormuz, Kapal Terancam Diserang jika Tak Patuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-AS-Donald-Trump-dalam-pidato-Selasa-2422026.jpg)