Konflik Amerika vs Iran
UEA Diduga Diam-Diam Serang Iran, Konflik Timur Tengah Kian Memanas, Negara Teluk Khawatir Terseret
Menurut WSJ, salah satu serangan diduga menargetkan kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, yang berada di kawasan Teluk Persia.
Ringkasan Berita:
- Wall Street Journal mengungkap dugaan keterlibatan langsung UEA dalam operasi militer rahasia bersama AS dan Israel untuk menyerang Iran, termasuk target kilang minyak di Pulau Lavan.
- Iran merespons dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Teluk serta mengancam negara-negara yang membantu operasi militer Barat.
- Konflik memicu kekhawatiran perang regional, memperbesar ancaman di Selat Hormuz dan mengguncang stabilitas ekonomi global.
SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan terbaru Wall Street Journal (WSJ) mengungkap dugaan keterlibatan langsung Uni Emirat Arab (UEA) dalam operasi militer rahasia terhadap Iran.
Dalam laporan tersebut, UEA disebut menjadi satu-satunya negara Teluk yang ikut terlibat bersama Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam operasi militer selama konflik terbaru melawan Iran.
Laporan dari The Guardian menyebut keterlibatan UEA berpotensi memicu perang regional yang lebih luas jika gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran kembali runtuh.
Serangan Rahasia Diduga Sasar Kilang Minyak Iran
Menurut WSJ, salah satu serangan diduga menargetkan kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, yang berada di kawasan Teluk Persia.
Iran sebelumnya mengakui fasilitas tersebut diserang oleh “musuh yang tidak disebutkan namanya” sebelum akhirnya melancarkan serangan balasan ke wilayah Teluk.
Sementara itu, The Times of Israel melaporkan serangan UEA terjadi pada awal April 2026, berdekatan dengan pengumuman gencatan senjata sementara oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Salah satu sumber yang dikutip WSJ menyebut Washington mendukung keterlibatan Abu Dhabi dalam operasi tersebut setelah negara-negara Teluk lain menolak terlibat secara langsung.
Namun hingga kini, Kementerian Luar Negeri UEA belum memberikan penjelasan rinci terkait laporan tersebut.
UEA hanya merujuk pada pernyataan sebelumnya bahwa mereka “berhak membela diri” atas serangan Iran terhadap wilayahnya.
Baca juga: Wabah Hantavirus Muncul Lagi, Dokter yang Tangani Wabah Tahun 2012 Bongkar 5 Fakta Penting
Iran Ancam Serangan Balasan Lebih Besar
Sebagai respons atas dugaan serangan tersebut, Iran dilaporkan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah UEA serta Kuwait.
The Guardian menyebut UEA memang sebelumnya telah menjadi target serangan Iran karena dianggap memiliki hubungan diplomatik yang sangat dekat dengan Israel.
Kementerian Pertahanan UEA mengklaim Iran menembakkan sekitar 550 rudal balistik dan rudal jelajah serta lebih dari 2.200 drone selama konflik berlangsung.
Meski sebagian besar berhasil dicegat, sejumlah proyektil dilaporkan tetap menghantam target sipil dan fasilitas militer.
Iran juga kembali mengancam negara-negara Teluk yang dianggap membantu operasi militer AS dan Israel.
| IRGC Gelar Latihan Militer di Teheran Usai Trump Kirim Ancaman, Ketegangan Meningkat |
|
|---|
| Negosiasi Amerika-Iran Buntu, Teheran Siap Hadapi Segela Kemungkinan: AS Akan Dibuat Terkejut |
|
|---|
| Donald Trump Kebingungan, Perang Iran Tak Bisa Diakhiri |
|
|---|
| Citra Satelit Ungkap Dugaan Tumpahan Minyak di Dekat Pulau Kharg, Iran Tegaskan Tak Ada Kebocoran |
|
|---|
| Netanyahu Bilang Perang dengan Iran Belum Berakhir, Tapi Kata AS Sudah Berakhir, Apa Maunya Israel? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-ketegangan-konflik-Timur-Tengah-setelah-laporan-WSJ.jpg)