Rabu, 13 Mei 2026

Hantavirus di Indonesia

Hantavirus Terdeteksi di Banten, Pasien Demam dan Kulit Menguning, Pemerintah Perketat Jalur Masuk

Meski pasien telah dinyatakan sembuh, pemerintah kini memperketat pengawasan guna mencegah penularan lebih luas.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
Istimewa
PASIEN HANTAVIRUS DIEVAKUASI - Tiga pasien suspek dari kapal MV Hondius dievakuasi pada Rabu pagi waktu setempat (6/5/2026) menuju Belanda. (Akun X resmi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesu)-- gambar ini adalah ilustrasi 

Hantavirus Terdeteksi di Banten, Pasien Demam dan Kulit Menguning, Pemerintah Perketat Jalur Masuk

SERAMBINEWS.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Banten mendeteksi kasus pertama Hantavirus yang menyerang seorang warga.

Pasien mengalami gejala demam, mual, nyeri otot, hingga kulit menguning

Meski pasien telah dinyatakan sembuh, pemerintah kini memperketat pengawasan guna mencegah penularan lebih luas.

Pemerintah Provinsi Banten memperketat pengawasan di sejumlah pintu masuk wilayah, termasuk bandara dan pelabuhan, setelah ditemukannya kasus pertama Hantavirus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan kasus pertama Hantavirus terdeteksi pada November 2025 dan pasien saat ini telah dinyatakan sembuh.

“Kasus Hantavirus pertama kali ditemukan di Provinsi Banten pada bulan November tahun 2025 sebanyak satu orang, kondisi saat ini sudah sembuh,” kata Ati kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (13/5/2026), dilansir dari Kompas.com.

Alami Demam hingga Kulit Menguning 

Menurut Ati, pasien awalnya mengalami gejala yang menyerupai infeksi sistemik sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Infeksi sistemik adalah infeksi yang menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik, memengaruhi seluruh tubuh atau banyak organ sekaligus, bukan terbatas pada satu lokasi. 

Infeksi ini disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit. Kondisi ini serius, dapat mengancam jiwa (sepsis), dan memerlukan penanganan medis.

Adapun gejala yang muncul pada pasien Hantavirus itu adalah demam, sakit kepala, nyeri otot terutama di bagian betis, tubuh lemas, mual, muntah, hingga kulit menguning.

“Selain itu muncul gejala kuning pada kulit,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien teridentifikasi mengalami tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), salah satu bentuk infeksi Hantavirus.

Hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan faktor risiko utama berasal dari kontak langsung dengan tikus yang diketahui menjadi reservoir utama virus tersebut.

Meski demikian, Ati menegaskan risiko penularan Hantavirus antar-manusia tergolong sangat rendah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved