AS dan Israel Serang Iran
Penasihat Pemimpin Iran: Bangsa dan Militer Kami akan Paksa AS Mundur dan Menyerah
Seorang penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam menegaskan bahwa bangsa Iran dan angkatan bersenjatanya siap memaksa Amerika Serikat mundur dan
SERAMBINEWS.COM – Seorang penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam menegaskan bahwa bangsa Iran dan angkatan bersenjatanya siap memaksa Amerika Serikat mundur dan menyerah jika tekanan dan ancaman terus dilanjutkan.
Pernyataan itu disampaikan Mohsen Rezaei, mantan komandan utama Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), melalui unggahan di platform X pada Senin malam. Ia menyindir sikap Washington yang dinilai plin-plan dan penuh gertakan.
Rezaei menyinggung Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menetapkan tenggat waktu serangan militer, namun kemudian justru menundanya sendiri.
“Ia menetapkan tenggat serangan lalu membatalkannya, dengan harapan sia-sia memaksa bangsa dan pejabat Iran menyerah,” tulis Rezaei.
Ia menambahkan, “Tangan besi angkatan bersenjata yang kuat dan bangsa besar Iran akan memaksa mereka mundur dan menyerah.”
Pernyataan itu muncul setelah Trump mengumumkan penundaan serangan militer skala besar terhadap Republik Islam yang semula dijadwalkan Selasa.
Baca juga: Trump Mendadak Tunda Serangan Besar ke Iran dengan 1 Syarat, Negara-negara Teluk Kompak Bersuara
Trump mengaku mendapat permohonan langsung dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab agar memberi ruang bagi kelanjutan negosiasi.
Meski demikian, Washington tetap menempatkan pasukannya dalam status siaga tinggi, sembari menegaskan tuntutan “tanpa senjata nuklir untuk Iran”.
Iran, selama lebih dari dua dekade, berulang kali menyatakan berdasarkan fatwa Pemimpin Revolusi Islam, tidak mencari dan tidak memiliki senjata nuklir.
Namun, menurut Teheran, AS tetap memilih jalur tekanan dan intimidasi, yang justru berulang kali kandas oleh pencegahan strategis dan persatuan nasional Iran.
Rezaei menilai, mundurnya Washington bukanlah karena niat baik, melainkan akibat kekuatan deterensi Iran.
“Era diplomasi kapal perang AS telah berakhir,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa perlawanan terbukti mampu menaklukkan arogansi.
Di tengah eskalasi ini, Trump juga dilaporkan meminta bantuan Presiden China Xi Jinping untuk meredakan krisis yang dipicu agresi Amerika–Israel terhadap Iran pada akhir Februari hingga awal April.
Menanggapi situasi tersebut, Iran disebut menargetkan sejumlah posisi AS dan Israel di kawasan serta memperketat kontrol di Selat Hormuz, jalur vital energi dunia.
Langkah Teheran itu mengguncang pasar energi global, memicu kenaikan harga bensin di Amerika Serikat dan disebut-sebut ikut menekan popularitas Trump menjelang pemilihan paruh waktu November.
Penasihat Pemimpin Iran
Paksa AS Mundur dan Menyerah
As dan Israel Serang Iran
Iran
Serambinews.com
| Trump Mendadak Tunda Serangan Besar ke Iran dengan 1 Syarat, Negara-negara Teluk Kompak Bersuara |
|
|---|
| Jaga Kerajaan Saudi dari Rudal Iran, Pakistan Kirim 8 Ribu Tentara, Jet Tempur, & Pertahanan Udara |
|
|---|
| Trump Kian Frustrasi, Negosiasi AS–Iran Buntu, Opsi Militer Dibahas |
|
|---|
| Iran Tegaskan Syarat Damai ke AS: Cabut Blokade, Pasukan AS Mundur |
|
|---|
| Perang Besar di Depan Mata, Puluhan Pesawat AS Bawa Amunisi Mendarat di Israel, Siap Serang Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Drone-Iran-relatif-kecil-dan-terbang-pada-ketinggian-yang-sangat-rendah.jpg)