Info Haji Aceh
Mahasiswa USK Layani Cukur Rambut Gratis
Jamaah haji asal Aceh sejak Rabu telah melaksanakan lontar jumrah Aqabah di Jamarat, Mina. Mereka mulai menggunting atau bercukur rambut
HASAN BASRI M NUR, Kontributor Serambi Indonesia, Melaporkan dari Mina
Jamaah haji asal Aceh sejak Rabu telah melaksanakan lontar jumrah Aqabah di Jamarat, Mina. Mereka mulai menggunting atau bercukur rambut yang disebut sebagai tahallul awwal. Sejak itu, mereka sudah terbebas dari ihram (larangan-larangan haji, kecuali jimak).
Beberapa jamaah haji membuka usaha sampingan dengan membuka jasa cukur rambut di seputar kemah tempat tinggal. "Saya sudah mencukur rambut di kemah seberang sana, dilakukan oleh seorang jamaah dan saya membayar 20 Riyal (sekitar Rp 92.000) untuk satu kepala," ujar Yulian Gressando, jamaah haji asal Banda Aceh, kepada Serambi, Kamis (28/5/2026).
Lain halnya dengan Chairil Maulana (21), mahasiswa semester 8 pada Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. Chairil Maulana yang berasal dari Kampung Cot, Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya, dengan sengaja menyediakan layanan cukur rambut secara gratis untuk jamaah haji Aceh dan Indonesia yang kemahnya berdekatan.
Chairil Maulana mengaku belajar cukur rambut secara otodidak dan pada dasarnya hanya untuk keperluan diri sendiri. "Orang Aceh, apalagi dari Pidie atau Pidie Jaya, mesti mempunyai ketrampilan dalam hidup ini. Keterampilan itu akan berguna untuk kita tatkala merantau," ujar Chairil Maulana yang pergi haji menggantikan ayahnya yang meninggal dunia tahun 2020 lalu.
"Saya naik haji mengganti ayah yang meninggal tahun 2020," ujar Chairil yang pergi haji bersama ibunda tercinta Siti Aminah (62) dan kakak kandung Surayya Putri (26).
Chairil Maulana mengaku sengaja membawa alat pencukur rambut dari Aceh untuk tujuan mencukur rambut diri sendiri serta membantu orang lain yang membutuhkan layanan gratis saat berada di tanah suci.
"Banyak jamaah yang bertanya berapa jasa cukur rambut pada saya. Tapi saya sama sekali tidak mengambil uang sebagai imbalan. Ini adalah kesempatan bagi saya untuk berbuat baik, apalagi saat ini sedang berada di tanah suci," lanjut pemuda tampan dan gigeh ini.
Amatan Serambi, pada pagi dan sore beberapa jamaah haji asal Aceh, juga dari daerah lain, tampak menunggu jasa cukur rambut dari Chairil. Mereka mengaku puas atas layanan yang rapi dan tak berbayar ini. Chairil hanya membutuhkan waktu antara 5-8 menit untuk mencukur satu kepala.
Jamaah haji asal Aceh pada Kamis sore telah melaksanakan lontar jumrah hari tasyrik pertama, yaitu melontar jumrah pada tiga tempat yang berdampingan: Jamarah Ula, Wusta dan Aqabah.
Suhu udara di Mina pada Kamis siang berkisar antara 38-42 derajat Celcius. Kondisi jamaah haji asal Aceh rata-rata terlihat sehat dan fit, meskipun sebagian mulai terserang flu, pilek dan batuk.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Hasan-Basri-M-Nur-di-Mekkah.jpg)