Senin, 8 Juni 2026

Perang Iran vs AS

Ekspor Minyak Iran Ambruk! Blokade Laut AS Picu Kerugian Fantastis Rp95 Triliun

Ekspor minyak Iran merosot drastis setelah blokade angkatan laut Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Istimewa
PETA SELAT HORMUZ - Tangkapan layar SNN dari sumber IRGC, Jumat (10/4/2026), blokade angkatan laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran mulai memberikan dampak besar terhadap perekonomian Teheran. 

Ekspor minyak Iran merosot drastis setelah blokade angkatan laut Amerika Serikat di Selat Hormuz. Teheran kehilangan miliaran dolar dan menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat di tengah perang yang belum berakhir.

SERAMBINEWS.COM – Blokade angkatan laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran mulai memberikan dampak besar terhadap perekonomian Teheran.

Pendapatan minyak Iran dilaporkan anjlok hingga hampir 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp95 triliun dalam dua bulan terakhir setelah ekspor minyak negara itu merosot tajam.

Dikutip Serambinews.com melalui Al Jazeera, Jumat (6/6/2026), ekspor minyak mentah Iran pada Mei 2026 turun ke level terendah dalam sedikitnya enam tahun terakhir.

Baca juga: Trump: Uranium Iran Sudah Terkubur, AS Tak Perlu Membuat Kesepakatan

Penurunan tersebut terjadi setelah Amerika Serikat memulai blokade terhadap pelabuhan Iran pada 13 April 2026 sebagai bagian dari tekanan terhadap Teheran agar menerima syarat-syarat perdamaian yang diajukan Washington.

Pemerintah Iran mengecam langkah tersebut dan menyebut penyitaan kapal-kapal di sekitar pelabuhannya sebagai tindakan ilegal serta bentuk "pembajakan" internasional.

Ekspor Minyak Iran Jatuh Drastis

Data perusahaan intelijen perdagangan energi Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah dan kondensat Iran turun dari hampir 2 juta barel per hari menjadi kurang dari 300 ribu barel per hari sepanjang Mei.

Angka tersebut menunjukkan Iran kini hanya mampu mengekspor kurang dari seperenam volume minyak yang biasa dijual sebelum blokade diberlakukan.

Sebelum blokade dimulai, Iran justru sempat menikmati lonjakan pendapatan akibat kenaikan harga minyak dunia setelah penutupan Selat Hormuz.

Baca juga: Trump Terpojok! Empat Republikan Membelot, DPR AS Desak Akhiri Perang Iran

Saat itu harga minyak mentah Iran diperdagangkan di atas 90 dolar AS per barel dan bahkan sempat melampaui 100 dolar AS.

Pada Maret 2026, Iran mengekspor rata-rata 1,84 juta barel per hari dengan pendapatan sekitar 5,13 miliar dolar AS selama sebulan.

Pada April, ekspor turun menjadi 1,34 juta barel per hari dengan nilai sekitar 3,62 miliar dolar AS.

Namun pada Mei, pendapatan minyak Iran hanya mencapai sekitar 837 juta dolar AS.

Artinya, pendapatan minyak negara tersebut merosot sekitar 84 persen dibandingkan Maret.

Baca juga: Update Hari ke-98 Perang Iran: Hizbullah Tolak Gencatan Senjata, Israel Terus Gempur Lebanon

Kerugian Hampir 6 Miliar Dolar AS

Berdasarkan perhitungan analis, jika Iran mempertahankan tingkat pendapatan seperti Maret, negara itu seharusnya memperoleh lebih dari 6 miliar dolar AS selama April dan Mei.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved