Perang Iran vs AS
Update Perang Iran Hari ke-103: Serangan AS Dibalas, Ancaman Eskalasi Meningkat
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas pada hari ke-103 perang Iran setelah kedua negara terlibat
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nur Nihayati
Update Perang Iran Hari ke-103: Serangan AS Dibalas, Ancaman Eskalasi Meningkat
SERAMBINEWS.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas pada hari ke-103 perang Iran setelah kedua negara terlibat aksi saling serang yang memicu kekhawatiran dunia akan pecahnya konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Dikutip Serambinews.com melalui Al Jazeera, Selasa (10/6/2026), Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke sejumlah target di wilayah Iran setelah sebuah helikopter serang Apache milik AS dilaporkan ditembak jatuh di kawasan Selat Hormuz.
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap sejumlah target militer yang terkait dengan AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran baru bahwa gencatan senjata rapuh yang selama ini bertahan dapat runtuh dan menyeret kawasan ke konflik yang lebih luas.
Baca juga: Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Trump Murka dan Serukan Pembalasan
AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa operasi militer yang dilakukan merupakan tindakan membela diri setelah insiden penembakan jatuh helikopter Apache di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump menuding Iran berada di balik insiden tersebut.
Militer AS kemudian meluncurkan serangan terhadap sejumlah target yang disebut berkaitan dengan sistem radar dan pertahanan rudal Iran.
Langkah ini menandai salah satu eskalasi paling serius sejak dimulainya perang pada akhir Februari lalu.
Serangan tersebut juga memunculkan pertanyaan baru mengenai masa depan pembicaraan perdamaian antara Washington dan Teheran yang selama ini berjalan lambat.
Baca juga: Update Hari ke-102 Perang Iran: Trump Ultimatum Netanyahu, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk
Ledakan Guncang Wilayah Strategis Iran
Media pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terjadi di beberapa lokasi strategis yang berada di sekitar Selat Hormuz.
Serangan dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm dan kota pelabuhan Sirik.
Selain itu, warga juga melaporkan terdengar ledakan di dekat Bandar Abbas dan Jask.
Kedua wilayah tersebut memiliki posisi penting karena berada di dekat jalur pelayaran energi yang menjadi salah satu rute ekspor minyak paling vital di dunia.
Pemerintah Iran hingga kini masih melakukan penilaian terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.
Baca juga: Trump Murka ke Netanyahu: Israel Akan Sendirian Jika Terus Serang Iran
Iran Balas Serang Target Terkait AS
Tak lama setelah serangan Amerika, IRGC mengumumkan operasi balasan terhadap sejumlah target yang berkaitan dengan militer AS di kawasan Teluk.
Iran mengklaim telah menyerang Armada Kelima Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain menggunakan drone.
Selain itu, Teheran juga mengaku meluncurkan rudal jarak jauh ke sebuah pangkalan udara di Yordania yang menampung personel militer Amerika.
Menurut IRGC, serangan tersebut menghantam empat target utama, termasuk hanggar pesawat tempur F-35 dan pusat komando militer.
Namun hingga saat ini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Di Kuwait, pihak militer mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah target udara yang dianggap mengancam.
Pemerintah Kuwait juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat.
Baca juga: Trump: Uranium Iran Sudah Terkubur, AS Tak Perlu Membuat Kesepakatan
Iran Tegaskan Tidak Akan Diam
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan.
Menurutnya, menjaga kemampuan pencegahan merupakan bagian penting dari strategi pertahanan Iran.
Laporan Al Jazeera dari Teheran menyebut para pejabat dan sumber militer Iran berulang kali menekankan bahwa setiap serangan terhadap wilayah Iran akan mendapat respons yang setimpal.
Mereka meyakini kegagalan membalas serangan hanya akan dianggap sebagai tanda kelemahan dan mendorong tekanan militer yang lebih besar dari pihak lawan.
Baca juga: Trump Klaim Gudang Rudal Iran Tinggal 22 Persen Usai Serangan AS
Analis Nilai Kedua Pihak Masih Menahan Diri
Meski saling melancarkan serangan, sejumlah analis menilai baik AS maupun Iran masih berupaya menghindari perang terbuka.
Mantan jenderal AS Mark Kimmitt mengatakan skala serangan yang dilakukan kedua pihak relatif terbatas dan menunjukkan adanya upaya untuk mengendalikan krisis.
Menurutnya, respons AS bertujuan menunjukkan bahwa jatuhnya helikopter Apache tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sementara itu, balasan Iran dinilai masih berada dalam batas yang terkendali.
Namun analis memperingatkan risiko eskalasi tetap tinggi apabila salah satu pihak memutuskan meningkatkan intensitas serangan dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga: Trump: AS Tak Akan Kembali Berperang dengan Iran Kecuali Tentara Amerika Tewas
Lebanon Selatan Kembali Membara
Di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran, konflik di Lebanon selatan juga terus berlanjut.
Otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya 17 orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan yang terjadi pada Selasa.
Militer Israel bahkan mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk wilayah Tyre, termasuk kawasan Kristen yang sebelumnya jarang menjadi sasaran.
Ribuan warga dan keluarga pengungsi terpaksa meninggalkan rumah mereka sebelum serangan menghantam wilayah tersebut.
Perkembangan terbaru ini semakin memperbesar kekhawatiran bahwa konflik yang semula berpusat pada Iran dan Israel dapat meluas ke berbagai negara di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Trump: Uranium Iran akan Dimusnahkan, dengan Jalan Diplomasi atau Kekuatan Militer
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)
| Update Hari ke-102 Perang Iran: Trump Ultimatum Netanyahu, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk |
|
|---|
| Trump Murka ke Netanyahu: Israel Akan Sendirian Jika Terus Serang Iran |
|
|---|
| Update Hari ke-101 Perang Iran: Rudal Balasan Iran-Israel Picu Kekhawatiran Gencatan Senjata |
|
|---|
| Iran Mengamuk! Hujani Israel dengan Rudal Balistik, Sebut Serangan Beirut Sudah Lewati Semua Batas |
|
|---|
| Trump Ancam Iran Lagi! Aset Miliaran Dolar Tetap Dibekukan, Negosiasi Gencatan Senjata Gagal? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Benjamin-Netanyahu-Donald-Trump-Iran-Israel-Amerika-Serikat-AS.jpg)