Sabtu, 13 Juni 2026

AS dan Israel Serang Iran

Perang AS-Iran Memanas, Selat Hormuz Ditutup Total, Fasilitas Air Sipil Iran Dibom

Kantor berita Mehr Kamis melaporkan, perintah penutupan berlaku untuk seluruh kapal tanpa kecuali, termasuk kapal tanker minyak dan kapal niaga

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS X
Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat ke Iran memicu ledakan hebat yang terdengar di sejumlah titik strategis di sekitar Selat Hormuz, Selasa dini hari. 

Ringkasan Berita:
  • Kantor berita Mehr Kamis melaporkan, perintah penutupan berlaku untuk seluruh kapal tanpa kecuali, termasuk kapal tanker minyak dan kapal niaga. 
  • Komando militer Iran menegaskan setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran. Keputusan ini disebut sebagai respons langsung atas serangan AS terhadap sejumlah target di Iran.

 

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik kritis. Komando militer gabungan tertinggi Iran secara resmi menutup total Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia, menyusul rangkaian serangan terbaru yang dilaporkan dilakukan militer AS di wilayah Iran.

Kantor berita Mehr Kamis melaporkan, perintah penutupan berlaku untuk seluruh kapal tanpa kecuali, termasuk kapal tanker minyak dan kapal niaga.

Komando militer Iran menegaskan setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran. Keputusan ini disebut sebagai respons langsung atas serangan AS terhadap sejumlah target di Iran.

Baca juga: Baku Tembak Hebat Militer AS dan Angkatan Laut Iran Pecah di Selat Hormuz, Dua Kapal Tanker Dibom

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menargetkan dua kapal yang berupaya menyeberangi selat strategis tersebut.

Di sisi lain, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan telah meluncurkan “serangan pertahanan diri” untuk hari kedua berturut-turut di berbagai titik di Iran.

Ledakan Terdengar hingga Teheran

Media Iran melaporkan ledakan dan aktivasi sistem pertahanan udara di wilayah selatan Iran, termasuk di Teheran bagian barat.

Situasi keamanan disebut sangat tegang, dengan aktivitas militer meningkat di sejumlah kota penting.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan negaranya akan “berdiri teguh” dan mengecam ancaman AS yang menyasar infrastruktur kritis.

Sebaliknya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan Washington siap “memukul keras Iran” bila diperlukan.

Tuduhan Kejahatan Perang: Fasilitas Air Sipil Dibom

Ketegangan kian memuncak setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menuduh militer AS “sengaja” menyerang infrastruktur air sipil di Sirik, kota pelabuhan di Provinsi Hormozgan.

Menurut Baghaei, serangan itu menghancurkan dua waduk air yang memasok air minum bagi lebih dari 20.000 warga di 10 desa.

“Ini bukan kerusakan tambahan, ini kejahatan perang yang diperhitungkan dan pelanggaran terang-terangan terhadap hak asasi manusia serta hukum humaniter internasional,” tegasnya, seraya menuntut pertanggungjawaban AS atas serangan terhadap infrastruktur sipil yang menopang kehidupan.

Ancaman Meluas ke Kawasan

Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran memperingatkan bahwa putaran perang berikutnya tidak akan terbatas pada kawasan.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memperbarui serangan, seraya menyebut militer AS mendukung kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz, jalur yang diklaimnya dilalui lebih dari 100 juta barel minyak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved