Selasa, 16 Juni 2026

Konflik Amerika vs Iran

Trump Izinkan Iran Perkaya Uranium untuk Sipil, Tapi Haram Buat Militer!

Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai nuklir antara Amerika Serikat dan Iran.

Tayang:
Editor: Amirullah
Istimewa
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran boleh memperkaya uranium tapi bukan untuk tujuan militer, setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai nuklir antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Iran diperbolehkan melakukan pengayaan uranium tingkat rendah hanya untuk kepentingan sipil.
  • Kesepakatan ini melibatkan pengawasan ketat dan pengelolaan 12 ton persediaan uranium Iran.
  • Negosiasi ini dimediasi oleh Steve Witkoff dan Jared Kushner setelah konflik militer singkat.
  • Israel menyatakan keberatan terhadap kesepakatan tersebut karena dianggap terlalu longgar.

 

SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya membeberkan rincian baru terkait kesepakatan damai yang berhasil dicapai antara Washington dan Teheran. Langkah diplomasi ini menjadi salah satu terobosan paling dramatis di panggung politik global tahun ini.

Dalam wawancara khususnya bersama The New York Times, Trump menegaskan bahwa Iran masih diperbolehkan melakukan aktivitas pengayaan uranium. Namun, ada syarat mati yang tidak bisa ditawar: pengayaan tersebut hanya boleh diperuntukkan bagi kepentingan sipil, dan haram menyentuh tujuan militer.

"Iran akan selamanya terbatas pada pengayaan uranium pada tingkat rendah yang tidak dapat digunakan secara militer," kata Trump, Senin (15/6/2026).

Melalui kesepakatan baru ini, Trump menjamin Teheran tidak akan punya celah untuk memperkaya uranium melebihi batas aman yang sudah ditentukan.

Menariknya, saat dicecar pertanyaan apakah batasan tersebut akan sama dengan kesepakatan nuklir era Barack Obama (JCPOA 2015) yang mematok angka pengayaan di angka 3,67 persen Trump memilih bungkam dan emoh menyebut angka spesifik.

Bagi Trump, esensi dari perjanjian teranyar ini adalah jaminan permanen bahwa nuklir Iran tidak akan pernah berubah menjadi senjata perusak massal.

"Mereka hanya akan dapat melakukan pengayaan untuk tujuan nonmiliter, selamanya," tegas Trump.

Baca juga: Jubir ESDM Ungkap Alasan Harga Pertamax Naik: Hitungan Aslinya Rp20 Ribu, Harusnya Naik Sejak April!

Tangan Dingin Kushner & Witkoff di Balik Perjanjian Damai

Sebelum rincian ini bocor ke media, Trump lebih dulu melempar pengumuman mengejutkan melalui akun Truth Social miliknya. Ia mengklaim kedua negara berhasil merampungkan kesepakatan besar yang bertujuan menyudahi konflik berdarah sekaligus menstabilkan situasi di kawasan Timur Tengah.

Selain memangkas ambisi nuklir Teheran, kesepakatan ini juga mewajibkan AS dan Iran bekerja sama mengelola belasan ton persediaan uranium yang terlanjur diperkaya oleh Iran. Trump menyebut kedua negara bakal bahu-bahu untuk mengekstraksi, mencampur, hingga memusnahkan sekitar 12 ton bahan bakar nuklir milik Iran saat ini.

Langkah radikal ini sekilas mirip dengan skema tahun 2015 silam, di mana era Presiden Obama sukses membuang sekitar 97 persen stok uranium Iran ke Rusia demi menekan risiko pembuatan bom nuklir.

Bedanya, kali ini Trump memastikan Amerika Serikat bakal memegang kendali penuh dalam mengawasi jalannya komitmen di lapangan secara super ketat.

"Kami akan memiliki kekuatan inspeksi yang kuat," cetus Trump. Dengan sistem radar pengawasan internasional ini, dunia bisa memverifikasi langsung setiap gerak-gerik aktivitas nuklir Iran agar tidak ada yang melenceng.

Kesepakatan ini sekaligus mengakhiri perdebatan melelahkan selama tiga bulan terakhir. Di bawah komando utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, negosiasi sempat berjalan alot karena Iran ngotot tidak akan sudi menyerahkan hak pengayaan uranium mereka.

Awalnya, Trump bahkan sempat menyodorkan draf ekstrem: penghentian total seluruh aktivitas pengayaan uranium Iran selama 20 tahun. Setelah mendapat penolakan keras dari Teheran, kedua pihak akhirnya melunak dan memilih jalan tengah (kompromi).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
Live
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved