Rabu, 22 April 2026

Menkeu Purbaya Tidak Gentar Hadapi Luhut dan Bahlil, Ternyata Ini Alasannya

Purbaya menunjukkan gaya kepemimpinan yang tegas, fokus, dan tak segan berhadapan dengan tokoh-tokoh besar di pemerintahan,

Editor: Amirullah
Kompas.com/ Ruby Rachmadina
TERNYATA INI PENYEBAB Menkeu Purbaya Tidak Gentar Hadapi Luhut dan Bahlil 

SERAMBINEWS.COM - Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung mencuri perhatian publik.

Dalam waktu singkat, Purbaya menunjukkan gaya kepemimpinan tegas, berani, dan loyal tanpa kompromi kepada Presiden.

Ia bahkan tak segan berhadapan dengan tokoh-tokoh besar seperti Luhut Binsar Pandjaitan dan Bahlil Lahadalia.

Purbaya menolak penggunaan APBN untuk proyek Family Office milik Luhut dan juga menegaskan bahwa utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung bukan tanggung jawab pemerintah, melainkan konsorsium PT KCIC.

Loyalitas Tanpa Kompromi kepada Presiden

Purbaya menegaskan bahwa seluruh langkahnya sebagai Menkeu hanya mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia tidak peduli dengan pihak lain, termasuk tokoh-tokoh senior seperti Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurutnya, semua kebijakan telah dikomunikasikan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto dan siap berubah jika diminta.

"Saya hanya bertanggung jawab ke RI-1, yang lain saya nggak peduli," tegasnya dalam sebuah talk show di Jakarta.

Presiden Prabowo sendiri memahami bahwa kondisi ekonomi membutuhkan perubahan arah demi menjaga stabilitas sosial dan politik.

Purbaya menyebut bahwa kepercayaan publik bisa menurun drastis jika ekonomi memburuk, dan hal ini bisa berujung pada krisis nasional.

Baca juga: Daftar 28 Negara Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026: Qatar, Inggris dan Arab Saudi Jadi Tim Terbaru

Penolakan terhadap Proyek Luhut

Salah satu langkah kontroversial Purbaya adalah penolakannya terhadap proyek Family Office yang digagas oleh Luhut Pandjaitan.

Ia menegaskan bahwa APBN tidak akan dialihkan untuk proyek tersebut dan menyarankan agar Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mencari sumber pendanaan lain.

"Biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun aja sendiri,"tegasnya.

Purbaya juga menyatakan tidak terlibat dalam perencanaan proyek tersebut karena belum memahami konsepnya secara menyeluruh.

Baca juga: Info CPNS 2026, BKN dan Kemenpan-RB Kompak Bantah Kabar Buka 400.000 Formasi, Ada Apa?

Sikap Tegas terhadap Proyek Kereta Cepat

Purbaya menolak opsi pembiayaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) oleh pemerintah.

Ia menegaskan bahwa utang tersebut adalah tanggung jawab konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), bukan APBN.

"Jangan kita lagi, karena kan kalau enggak ya semua kita lagi termasuk devidennya," tegasnya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto, mendukung pernyataan Purbaya dengan menyebut bahwa utang KCJB adalah skema business to business, bukan utang pemerintah.

Baca juga: Bank BTN Buka Lowongan Kerja Posisi Treasury Market Research, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Adu Data dengan Menteri Bahlil

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Purbaya memaparkan data subsidi LPG 3 kg, Pertalite, dan Solar secara rinci.

Ia menyebut bahwa subsidi LPG mencapai 70 persen dari harga keekonomian.

Namun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut Purbaya salah baca data.

Purbaya merespons dengan menyatakan bahwa perbedaan angka bisa terjadi karena metode perhitungan yang berbeda, dan ia siap meninjau ulang data tersebut.

Polemik Anggaran MBG

Purbaya juga bersitegang dengan Luhut terkait anggaran program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menyatakan akan memotong anggaran MBG jika tidak terserap hingga akhir Oktober 2025.

Luhut meminta agar anggaran tidak ditarik karena penyerapan dinilai sudah membaik.

Purbaya berencana mengalihkan anggaran yang tidak terserap ke bantuan pangan berupa beras 10 kilogram.

Mendadak Jadi Media Darling

Gaya komunikasi Purbaya yang lugas dan penuh data membuatnya mendadak menjadi media darling.

Pengamat politik Hendri Satrio menyebut bahwa Purbaya berhasil menghipnotis publik dengan narasi ekonomi yang ringan dan mudah dipahami.

"Memang Purbaya ini sebuah fenomena baru jelang 1 tahun Pak Prabowo yang mungkin juga bisa menumbuhkan optimisme dan menumbuhkan rasa positif di masyarakat," ujar Hendri.

Meski demikian, Hendri mengingatkan bahwa dampak nyata dari kebijakan Purbaya terhadap ekonomi Indonesia masih perlu waktu untuk dinilai.

Sebagaimana dilihat, Purbaya Yudhi Sadewa tampil sebagai sosok Menkeu yang tidak biasa: berani, fokus, dan penuh data.

Ia menunjukkan loyalitas penuh kepada Presiden Prabowo dan tak segan berhadapan dengan tokoh-tokoh besar.

Meski kebijakannya menuai kontroversi, ia berhasil mencuri perhatian publik dan media.

Namun, apakah gaya koboi Purbaya akan membawa perubahan nyata bagi ekonomi Indonesia?

(*/Tribun-medan.com)

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul TERNYATA INI PENYEBAB Menkeu Purbaya Tidak Gentar Hadapi Luhut dan Bahlil

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved